Mulai Panen, Harga Gabah Lebih Tinggi dari HPP

Selasa 17 Maret 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 320 2184902 mulai-panen-harga-gabah-lebih-tinggi-dari-hpp-95H3EGjsFP.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga Gabah Kering Panen (GKP) melebihi batas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) karena petani mulai panen. Harga GKP di Sukoharjo tinggi dengan nilai terendah Rp4.500 per kilogram dan tertinggi diatas Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram. Kondisi tersebut membuat petani Sukoharjo sekarang pada musim tanam I (MT I) padi mampu untung besar mengingat permintaan beras semakin meningkat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, petani di sejumlah wilayah di Sukoharjo sudah melakukan panen padi pada MT I. Petani yang sudah panen tersebut mayoritas berada di wilayah Kecamatan Weru, Mojolaban dan Polokarto. Panen padi dilakukan petani setempat mengingat sebelumnya mereka sudah melakukan tanam lebih dahulu dibanding lainnya.

Baca Juga: Tunggu Izin Kemendag, Bulog Impor 25.000 Ton Daging Kerbau India

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memantau langsung kondisi petani saat panen padi. Hasilnya diketahui gabah dalam kondisi baik dan harga jual tinggi. Hal itu terjadi karena kualitas gabah baik dan permintaan pasar meningkat.

“Harga GKP paling rendah sekarang Rp4.500 per kilogram dan tertinggi bisa di atas Rp5.000 per kilogram. Harga itu jelas tinggi karena HPP hanya Rp3.700 per kilogram,” ujarnya dilansir dari KRJogja, Selasa (17/3/2020).

Tingginya harga gabah membuat Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo lega. Sebab petani dapat menerima keuntungan besar dari hasil panen MT I padi kali ini.

Baca Juga: Modal Asing Rp40,16 Triliun Keluar RI karena Virus Korona

“Petani dapat memiliki keuntungan dari hasil panen karena harga gabah tinggi. Harapannya panen padi petani di wilayah lain juga sama,” lanjutnya.

Netty menambahkan, hasil ubinan padi petani yang sudah panen kali ini juga baik. Sebab hasil panen rata rata petani mampu diatas 8 ton per hektare. Angka tersebut sudah sesuai dengan target dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo.

“Untuk wilayah lain kemungkinan akan segera panen pada Maret-April mendatang,” lanjutnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo selama satu tahun atau tiga kali tanam padi selalu memasang target bisa surplus beras 135 ribu ton. Usaha terus dilakukan untuk mengejar tercapainya target tersebut. “Setiap tahun petani Sukoharjo selalu berhasil surplus beras dan harapannya tahun ini juga sama,” lanjutnya.

Petani asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Suryanto mengatakan, sudah melakukan panen padi pada MT I. Panen sekarang melegakan mengingat harga gabah tinggi Rp4.200 per kilogram.

“Harga gabah sekarang tinggi di atas HPP. Jadi petani minimal bisa mendapat untung untuk persiapan MT II padi,” ujarnya.

Suryanto mengatakan, tingginya harga gabah terjadi karena beberapa hal seperti kondisi sekarang belum banyak petani panen dan berdampak stok gabah minim. Selain itu juga permintaan beras di pasaran mengalami peningkatan.

“Untuk bisa panen dengan kualitas gabah baik juga tidak mudah. Sebab petani harus berjuang keras perang dengan tikus. Sebab serangan hama tikus sekarang juga ganas,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini