JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, stok beras saat ini mencapai 1,5 juta ton. Jumlah ini dinilai cukup besar dan mampu mengatasi kebutuhan dan lonjakan harga bila ada hal yang tak terduga akibat pademi virus corona.
“Bulog memastikan pihaknya mampu mengatasi kebutuhan lonjakan harga yang tak terduga akibat pandemi virus corona maupun menghadapi Ramadan dan Idul Fitri sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan pangan sampai dengan mulainya musim panen raya nanti,” ujarnya, dalam keterangan tertulis Bulog, Rabu (18/3/2020).
Baca Juga: Gelar Operasi Pasar, Bulog Jamin Ketersediaan Pangan Masyarakat
Disamping itu, Budi menegaskan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan juga memantau jika ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan terhadap beberapa komoditas pangan.
Baca Juga: Erick Thohir: Beras Tidak Boleh Dimafiakan
Budi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras, gula dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk bisa selalu tersedia di masyarakat.
“Tidak ada masalah, Bulog menjamin kebutuhan beras, gula dan pangan lainnya tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” kata Budi.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.