Harga BBM Turun karena Banderol Minyak Mentah Nge-Drop? Sabar Masih Dievaluasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 Maret 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 18 320 2185372 harga-bbm-turun-karena-banderol-minyak-mentah-nge-drop-sabar-masih-dievaluasi-3QdrGZBjZt.jpg Minyak Mentah (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah masih belum memutuskan untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Meskipun saat ini harga minyak mentah dunia sedang anjlok hingga berada di level USD30 per barel.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih bakal melakukan evaluasi untuk menurunkan harga BBM. Pemerintah juga bakal terus memonitor perkembangan dan pergerakan harga minyak mentah dunia.

 Baca juga: Minyak Mentah Anjlok, Menko Luhut: Terlalu Cepat untuk Turunkan Harga BBM

"Untuk harga BBM pemerintah masih akan evaluasi efek daripada perkembangan harga minyak selanjutnya monitor harga," ujarnya dalam video conference di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa harga minyak dunia saat ini sedang menurun. Sehingga perlu dikalkulasi dampaknya terhadap perekonomian.

 Baca juga: Pertamina dan Shell Kompak Turunkan Harga BBM, Lebih Murah Mana?

“Kita tahu harga minyak dunia sekarang ini turun hingga ke level kurang lebih USD30 per barel. Karena itu saya minta dikalkulasi,” kata Jokowi

Kepala Negara minta dihitung dampak dari penurunan ini pada perekonomian, terutama bahan bakar minyak (BBM). Adapun hal ini mengenai BBM bersubsidi maupun BBM non-subsidi.

“Dan juga dihitung berapa lama kira-kira penurunan ini akan terjadi, kemudian perkiraan harga ke depan,” kata Presiden.

Seperti diketahui, Harga minyak mentah dunia dihargai di bawah USD30 per barel pada perdagangan Selasa waktu setempat, karena pademi virus corona memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan permintaan minyak. Sementara itu, negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Rusia terus berjuang untuk pangsa pasar.

 Baca juga: Harga BBM Pertamax Turun Rp650, Kini Dijual Rp9.200 per Liter

Kian melemahnya harga minyak karena banyak negara membuat kebijakan untuk membatasi gerak warganya dengan meminta untuk bisa melakukan aktivitas seperti kerja dari rumah, belajar dari rumah sebagai antisipasi penyebaran virus corona. Karena hal itu, permintaan untuk bahan bakar pun berkurang.

Pada perdagangan 17 Maret 2020, Minyak mentah Brent berjangka turun USD1,32 menjadi USD28,73 atau penurunan harga untuk pertama kalinya di bawah USD30 per barel sejak 2016. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) CLc1 berjangka turun USD1,75 atau 6,1%, menjadi menetap di USD26,95 per barel.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini