nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Situasi Darurat, APBNP 2020 Akan Melalui Perppu

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 Maret 2020 19:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 24 20 2188477 situasi-darurat-apbnp-2020-akan-melalui-perppu-qWJ4gYz5lf.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah membuka opsi untuk melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dan mempercepat penanganan pandemik virus corona di dalam negeri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perubahan ini menyusul akan ada realokasi anggaran dari beberapa Kementerian dan Instansi sesuia instruksi presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2020. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk percepatan dan penanganan virus corona.

 Baca juga:Raih Dukungan, Presiden Jokowi Ingin Terbitkan Perppu Revisi APBN untuk Pelonggaran Defisit

"Dengan perubahan begitu banyak, dan dari sisi alokasi anggaran sesuai inpres nomor 4 2020 di mana kita lakukan refocusing dan realokasi anggaran, APBN pasti alami perubahan," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (24/3/2020).

Nantinya lanjut Sri Mulyani, APBN-P bisa dilakukan hanya dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Mengingat, saat ini pemerintah tidak bisa melakukan pembahasan dengan DPR secara tatap muka langsung.

 Baca juga: Modal Pemberantasan Virus Covid-19 Diambil dari APBN hingga APBD

"Yang kita bicarakan dengan DPR, gimana mekanisme perubahan dalam situasi mendesak. Bahkan banggar menyebutkan, stiuasi ini kegentingan memaksa dan inilah disampaikan lewat perppu. Perppu menyangkut perubahan APBN," kata Sri Mulyani.

Sambil menunggu Perppu lanjut Sri Mulyani, saat ini Kementerian Keuangan sedang menyusun postur APBN yang baru. Dalam psotur APBN yang baru ini akan mencakup kepada tiga hal untuk percepatan penanganan virus corona dan dampaknya bagi perekonomian

"Ini yang sedang kita susun. Postur APBN baru, kami masih lakukan inventarisasi 3 hal tadi kesehatan nanti kita lihat kebutuhan pusat dan daerah. Daerah-daerah juga mulai menkjelaskan dengan tourism turun, PAD juga turun, makanya mereka mengatakan kemampuan beda-beda. Kita lihat keseluruhan aspek ini," kata Sri Mulyani.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini