nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi Tetap Aman Meskipun Rupiah Dekati Rp17.000/USD, Kok Bisa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 18:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 26 20 2189483 inflasi-tetap-aman-meskipun-rupiah-dekati-rp17-000-usd-kok-bisa-MVkdSjxXVy.jpg Bank Indonesia (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia memastikan angka inflasi masih akan tetap terjaga di level rendah. Meskipun nilai tukar rupiah sedang mengalami pelemahan dikisaran Rp16.200 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, ada empat faktor yang membuat mengapa inflasi tetap stabil di tengah pelemahan rupiah. Pertama adalah ketersediaan pasokan yang cukup.

 Baca juga: Inflasi Maret Diprediksi Rendah, Gubernur BI: Masyarakat Tak Perlu Panik Nubruk-Nubruk

Hal ini membuat harga bahan bahan pokok tak mengalami kenaikan yang berarti. Apalagi pemerintah juga dalam berbagai kesempatan selalu memastikan jika ketersediaan stok pangan cukup bahkan hingga lebaran.

"Ada 4 alasan, kenapa 1 saya sampaikan bahwa ketersediaan pasokan cukup. Dan karenanya pengaruh inflasi dari bahan bahan makanan minimal," ujarnya dalam teleconfrence, Kamis (26/3/2020).

 Baca juga: Pasokan Makanan Cukup, Inflasi Minggu ke-3 sebesar 0,11%

Kemudian yang keuda adalah permintaan terhadap bahan makanan bisa terpenuhi. Meskipun di tengah pandemik corona ini, permintaan melonjak tajam khususnya pada bahan makanan.

"Kedua kalo kita lihat bandingkan antara sisi permintaan secara total kenaikan permintaan bisa dipenuhi dengan kenaikan penawaran sehingga kesenjangan output sangat rendah," kata Perry.

 Baca juga: Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying, Inflasi Bisa Tinggi

Kemudian yang ketiga kebijakan yang diluncurkan pemerintah maupun BI untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan perekonomian memberikan confident. Oleh karenanya, inflasi pada Maret di proyeksi mencapai 2,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), sedangkan dibandingkan bulan lalu 0,11% (Month to Month/MtM).

"Yang ketiga bagaiaman konfiden kredibilitas kita termasuk bi untuk memastikan stabilitas tercapai, sasaran inflasi tercapai. termasuk juga koordinasi yang erat dengan Tim Pengendali Inflasi (TPI)," kata Perry

Keempat, karena pelemahan rupiah temporer. Hal ini terlihat dari stabilnya rupiah setelah meredanya kepanikan global saat ada kejelasan kebijakan negara-negara di dunia.

"Jadi pelemahan rupiah sekarang temporer, dan saya yakin korporasi nggak akan menaikkan harga karena pelemahan rupiah. Makanya kami confident inflasi terkendali," kata Perry.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini