Kemenristek Percepat Produksi Masker hingga Hand Sanitizer

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 320 2189321 kemenristek-percepat-produksi-masker-hingga-hand-sanitizer-fBSx2WuD0F.jpg Produksi Masker. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk tim khusus penanganan Covid-19. Dengan tim ini diharapkan proses penanganan bisa lebih cepat, salah satunya menyediakan alat kesehatan dalam waktu dekat.

Tim ini dibentuk dengan konsorsium yang terdiri dari LPMK, LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, serta Perguruan Tinggi seperti ITB, UI, IPB, UGM, Universitas Airlangga dan pihak terkait lainnya. Tujuan dari konsorsium ini memberi dukungan penuh kepada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, terutama di dalam pemeriksaaan atau uji sampel virus corona.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Kemenristek Buat Konsorsium Riset dan Inovasi

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, yang akan dilakukan pihaknya dalam upaya penanganan virus corona, dalam jangka pendek menyiapkan masker serta alat pelindung diri. Beberapa Perguruan Tinggi dan LPMK sedang terlibat dalam hal ini, sehingga bisa disediakan dalam waktu cepat.

"Selain itu sebagai bagian dari upaya hidup sehat dan jauhkan diri dari covid sedang dilakukan upaya produksi sanitizer oleh LIPI dan BNPD akan disebar pada pihak memerlukan. Ini supaya orang tidak mudah terpapar covid," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (26/3/2020).

Baca Juga: Tangani Virus Corona, Kemendag Kebut Impor Alat Kesehatan

Selain hand sanitizer, Bambang mengatakan, saat ini sedang dikembangkan prototipe disinfektan chamber. Hal ini dilakukan oleh ITB dan LIPI, di mana disinfektan yang dikembangkan berbasis ozone sehingga aman untuk kulit manusia.

"Diharapkan prorotipe diproduksi jumlah besar dan diberikan pada tempat atau pihak yang membutuhkan," ujarnya

Selain itu, kata Bambang yang lebih penting lagi adalah uji sampel untuk vaksin covid. Dirinya pun akan melakukan kerja sama dengan pihak luar negeri yang sudah mengembangkan vaksin sebelumnya.

"Paling penting secepat dan seakuarat mungkin menemukan vaksin yang cocok. Meski di luar negeri sudah produksi tapi, negaranya juga membutuhkan. Maka dari itu, Indonesia harus mempunyai kemampuan mandiri membuat vaksin," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini