nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Virus Corona, Resesi Ekonomi Hantui Singapura

Jum'at 27 Maret 2020 08:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 27 20 2189667 imbas-virus-corona-resesi-ekonomi-hantui-singapura-RdfnqXUaUh.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Meluasnya virus corona membuat ekonomi Singapura mengalami penyusutan terbesar sejak krisis finansial 2009. Seiring makin merebaknya wabah virus corona di berbagai penjuru dunia, negara kota yang menjadi pusat finansial di Asia itu diperkirakan akan mengalami resesi berat tahun ini setelah pertumbuhan ekonominya menyusut 2,2% pada kuartal pertama 2020.

"COVID-19 seperti tsunami ekonomi yang menghantam pantai Singapura,” kata Kepala Riset dan Strategi Bank OCBC Selena Link.

Baca juga: Singapura Siapkan Rp55 Triliun untuk Selamatkan UKM Imbas Virus Korona

Resesi adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Singapura adalah salah satu negara pertama yang melaporkan pertumbuhan ekonominya sejak wabah virus mulai merebak. Data statistik yang mengecewakan ini menambah daftar panjang tanda-tanda bahwa dunia sedang mengarah ke resesi berat dan menyengsarakan.

Baca juga: DBS Pangkas Proyeksi Ekonomi Singapura 0,9%, Ini Kata Sri Mulyani

Pemerintah-pemerintah dan bank-bank sentral di berbagai penjuru dunia telah mulai memberlakukan langkah-langkah yang belum pernah diambil sebelumnya dalam menghadapi dampak wabah ini. Para pemimpin Senat AS baru-baru ini menyepakati paket stimulus ekonomi senilai 2 triliun dolar untuk membantu bisnis-bisnis yang terpukul hebat dan warga Amerika yang kehilangan pekerjaan dan, atau, penghasilan.

Menurut perkiraan Kementerian Perdagangan Singapura, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura turun 10,6%, seiring terpukulnya semua sektor ekonomi. Negara kota ini biasanya termasuk dalam kelompok negara pertama yang terpukul selama krisis global karena ekonominya yang kecil dan terbuka. Pukulan ekonomi yang dialami Singapura biasanya kemudian akan menimbulkan dampak buruk pada negara-negara Asia lain yang berorientasi pada ekspor.

Kementerian Perdagangan memperkirakan PDB Singapura akan terus menurun sepanjang tahun ini, sementara pertumbuhan ekonominya akan menyusut antara 1% dan 4%, demikian dilansir dari VOA, Jumat (27/3/2020).

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini