Ribuan Pekerja Migran Kembali ke RI, Presiden: Protokol Kesehatan Harus Dilakukan di Bandara hingga Pelabuhan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 31 320 2191660 ribuan-pekerja-migran-kembali-ke-ri-presiden-protokol-kesehatan-harus-dilakukan-di-bandara-hingga-pelabuhan-Qh1M493o0W.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti protokol kesehatan yang ada di Pelabuhan, Bandara hingga pertasan negara Indonesia. Dirinya meminta peningkatan protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran virus corona di dalam negeri.

Pasalnya, lanjut Kepala Negara, dalam laporan beberapa hari ini, ada 3 ribu pekerja migran yang kembali dari Malaysia setiap harinya.

Baca Juga: Presiden Siapkan Protokol Sambut Jutaan WNI dari Luar Negeri

“Oleh karena itu sekali lagi saya ingin menekankan pertama protokol kesehatan harus terus tetap dilakukan baik di airport, pelabuhan baik di PLBN (Pos Lintas Batas Negara),” ujarnya, dalam telekonferensi, Selasa (31/3/2020).

Jokowi mengatakan, sekarang lebih dari 202 negara teritori di seluruh dunia menghadapi Covid-19 termasuk Indonesia. Bahkan episentrum Covid-19 dari sebelumnya di Tiongkok saat ini berada di Amerika Serikat dan Eropa.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut 3.000 TKI dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tiap Hari

Di beberapa negara yang mampu mendatarkan kurva Covid-19 menghadapi tantangan baru yang namanya gelombang Covid-19. RRT , Korea selatan dan Singapura saat ini menghadapi imported cases status status yang dibawa dari luar negeri.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, prioritas saat ini tidak hanya mengendalikan arus mobilitas orang antar wilayah di dalam negeri tapi juga harus bisa mengendalikan mobilitas antar negara yang berisiko membawa imported case.

“Arus kembalinya WNI dari beberapa negara terutama yang dari malaysia ini betul betul harus kita cermati karena menyangkut bisa ratusan ribu bisa jutaan WNI yang akan pulang,” ujarnya.

Jokowi juga ingin supaya kepulangan dari para kru kapal diantisipasi. Pekerja ABK yang ada di kapal, perkiraan kita ada 10 ribu sampe 11 ribu ABK.

“Ini perlu disiapkan dan direncanakan tahapan tahapan untuk menscreening mereka,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini