Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina Likuidasi dan Divestasi 25 Anak dan Cucu Perusahaan

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 03 April 2020 |11:58 WIB
Pertamina Likuidasi dan Divestasi 25 Anak dan Cucu Perusahaan
Pertamina Efisiensikan 25 Anak dan Cucu Perusahaan. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik negara (BUMN) melakukan rasionalisasi anak dan cucu perusahaan BUMN, salah satunya PT Pertamina (Persero). Perseroan akan melakukan rasionalisasi terhadap 25 perusahaan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perseroan sudah melakukan kajian dan melihat rasionalisasi terhadap anak dan cucu Pertamina. Setelah diidentifikasi ada 25 perusahaan yang akan dilikuidasi dan divestasi ke depannya.

Baca Juga: Penggunaan Gas Elpiji Nonsubsidi Meningkat 15% Selama Work from Home

"Setelah melakukan kajian perusahaan ini sebagai besar secara operasional sudah tidak berajalan. Jadi 25 perusahaan," ujarnya, dalam telekonferensi, Jumat (3/4/2020).

Sesuai dengan kebijakan Kementerian BUMN, Nicke menegaskan bahwa karyawan yang perusahaannya terkena efisiensi ini tidak akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Pekerja dari 25 perusahaan tersebut akan dialih penugasan ke anak usaha lain dan Pertamina sendiri. 

Baca Juga: Pegawai Positif Corona, Ini Kata Pertamina

"Tidak ada layoff, untuk perusahaa dilikuidasi dan divestasi tidak ada layoff. Beberapa orang sebagain penugasan Pertamina," ujarnya.

Sementara itu, untuk rasionalisasi terhadap 25 anak dan cucu perusahaan akan dilakukan tahun ini dan tahun depan. Untuk tahun ini 8 perusahaan dan sisanya dilakukan tahun depan. =

"Dari 8 tahun ini, 7 dilikuidasi dan 1 divestasi dan sissanya di lakukan tahun depan. Jadi secara pararel kami lihat sesuai prinsip efisiensi dan fokus to core kami kita akan merger dan tidak menutup kemungkinan kami melakukan akuisis untuk meperkuat bisnis utamanya," ujarnya.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement