nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Pesan Ventilator ke Bos Tesla

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 18:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 07 320 2195646 erick-thohir-pesan-ventilator-ke-bos-tesla-O89BiWPluN.jpg Ventilator (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memesan alat bantu pernapasan atau ventialtor ke CEO Tesla yakni Elon Musk. Alat ventilator ini untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri untuk penanganan pasien virus corona.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, ventilator memang saat ini sudah mulai berdatangan ke Indonesia. Namun jumlahnya baru mencukupi setengah dari total kebutuhan dalam negeri.

 Baca juga: Menteri Erick: Alat Uji Massal Virus Corona Mendarat Hari Ini

"Kalau kita lihat rumah sakit BUMN itu ada 611 tempat ICU. Hari ini mungkin dengan segala cara kita baru ada 50%-nya. 50%-nya bisa aja dari lokal kita bisa beli, asal standarnya sesuai," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (7/3/2020).

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dirinya mendapatkan tugas dari Menteri BUMN Erick Thohir untuk mencari ventilator. Dirinya melihat bos Tesla tersebut menawarkan bantuan kepada pihak dari bos membutuhkan alat bantu pernapasan.

"Saya ditugasi Pak Menteri, ditugasi cari ventilator sampai ke ujung dunia. Jadi termasuk Elon Musk nge-twett kita kejar juga. Ini karena tugas Pak Menteri saja suruh cari sampai plosok negeri, ya saya cari sampai kemanapun kita cari. Jadi kebutulan dia update kita respon aja," ucapnya.

Menurut Budi, pihaknya kesulitan untuk mendapatkan ventilator. Sebab, kekurangan ventilator tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga negara sebesar Amerika Serikat.

 Baca juga: Cadangan Devisa Masih Cukup, BI Gelontorkan USD7 Miliar Stabilkan Rupiah

Menurut Budi, selama ini hanya China dan Rusia yang berhasil dan memperbanyak alat tersebut. Sebab kedua negara tersebut memiliki bahan bakunya sendiri. Sehingga bisa memproduksi ventilator dalam jumlah banyak.

"Realistisnya AS sendiri kekurangan ventilator banyak sekali. Yang saya dengar, yang bisa mensupply dan membangun ventilator yang cukup itu China dan Rusia," kata Budi.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini