JAKARTA - Pemerintah akan melaunching program kartu pra-kerja pada pekan ini. Program kartu pra-kerja ini nantinya akan dikhususkan untuk para pekerja yang terkena dampak dari pandemi virus corona (covd-19). Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, nantinya akan 5,6 juta masyarakat yang akan menerima manfaat dari kartu pra-kerja. Para penerima manfaat ini umumnya merupakan para pekerja informal.
"Targetnya 5,6 juta orang. Minggu ini dilaunching pemerintah," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (8/4/2020).
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Pra-Kerja, Kriteria Penerima hingga Dana yang Diterima
Adapun secara detail Askolani menjelaskan jika para penerima manfaat merupakan para pencari kerja dan juga pekerja informal maupun formal yang terkena dampak langsung dari virus corona. Para pekerja ini memiliki usia minimal 18 tahun.
"Komunikasikan posisi mereka melalui online. Detailnya, kamis akan dilaunching resmi oleh Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian," ucapnya.
Baca Juga: Kartu Pra-Kerja Segera Dijalankan, Menaker Minta Data Pekerja yang Kena PHK ke Pemda
Menurut Askolani, nantinya para penerima manfaat ini akan mendapatkan bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta. Namun baya yang didapatkan ini tidak cuma-cuma karena para penerima manfaat harus melakukan pelatihan yang sifatnya online.
"Mereka yang kena PHK dan sektor informal kesulitan Covid makan ada 5,6 juta peserta yang akan dibantu oleh program kartu pra-kerja. Mereka akan dapatkan biaya pelatihan Rp1 juta. Sifatnya online," jelasnya.