Realisasi Buyback BUMN Baru Rp181,63 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 April 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 24 278 2204230 realisasi-buyback-bumn-baru-rp181-63-miliar-vFWb2Fy3n5.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total realisasi buyback atau pembelian kembali saham baru mencapai Rp876,09 miliar. Namun, dari realisasi ini, buyback yang dilakukan oleh BUMN masih sangat rendah.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan dari total realisasi, buyback yang sudah dilakukan oleh perusahaan plat merah baru sekitar Rp181,63 miliar. Sementara total rencana buyback yang dilaporkan adalah senilai Rp10,15 triliun.

"Total buyback BUMN sebesar Rp181 miliar atau 1,8% dari total perusahaan BUMN," ujarnya dalam telekonferensi, Jumat (24/4/2020).

Baca Juga: Daftar 5 Emiten Baru yang Listing di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara itu lanjut Inarno, realisasi buyback dari perusahaan swasta atau non BUMN justru lebih tinggi. Tercatat hingg 23 April, realisasi buyback dari perusahaan non BUMN ini tembus Rp694,46 miliar

"Sedangkan perusahaan non BUMN total Rp694 miliar atau 7,6%. Jadi jika di total buyback yang telah terealisasi senilai Rp876,09 miliar sampai dengan, Kamis," ucapnya.

Menurut Inarno, upaya buyback ini dilakukan untuk menstabilkan nilai pasar saham karena virus corona. Mengingat, pada maret 2020 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh angka sekitar 3900.

Baca Juga: 2 Emiten Baru Listing di Tengah Corona

Namun upaya tersebut cukup berhasil jika melihat saat ini IHSG sudah kembali stabil. Meskipun, angka ini memang masih jauh dari target yang ditetapkan BEI yakni senilai Rp19,13 triliun.

Menurut Inarno, memang sudah menerima rencana buyback dari 65 perusahaan. Dari jumlah tersebut 12 di antaranya merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sementara sisanya merupakan perusahaan swasta.

“64,6% dari total 65 perusahaan yang sudah merencanakan buyback sudah melaksanakan [per 23 April 2020,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini