Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Virus Conora Picu Pengangguran Naik? Ini Faktanya

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 27 April 2020 |06:17 WIB
Virus Conora Picu Pengangguran Naik? Ini Faktanya
Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pandemi covid-19 atau virrus corona memicu angka pengangguran naik. Bahkan pemerintah menyebut jumlah angka pengangguran di Indonesia bisa naik hingga 5 juta orang.

Padahal dalam 5 tahun terakhir, angka pengangguran ini terus mengalami penurunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan melihat sejumlah indikator seperti capital inflow ke Indonesia negatif, nilai tukar Rupiah terdepresiasi hingga perekonomian global terancam akan resesi. Hal ini menjadi dasar atau base line pemerintah dalam melihat situasi ekonomi tahun ini.

Baca Juga: 22 Juta Orang di Amerika Ajukan Tunjangan Pengangguran

Berikut adalah fakta pengenai pengangguran yang dirangkum okezone.com:

 1. Hitungan Sri Mulyani

Sri Mulyani mengatakan, selama ini sudah konsisten mengalami penurunan dalam 5 tahun terakhir. Tapi dalam situasi pandemi Covid-19 kemungkinan akan angka pengangguran mengalami kenaikan.

"Skenario berat ada kenaikan sampai 2,9 juta orang pengangguran baru dan skenario lebih berat ada kenaikan 5,2 juta," tuturnya, dalam telekonferensi, Selasa (14/4/2020).

Baca Juga: 265.000 Pekerja Informal Kehilangan Pekerjaan akibat Corona

2. Skenario berat pengangguran

Skenario yang dibuat pemerintah saat ini ada skenario berat dan sangat berat. Di mana skenario berat, pemerintah mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi berada di level 2,3%. "Dengan potensi angka pengangguran sekitar 2,9 juta orang," jelas Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu.

Kemudian lanjut dia, untuk skenario sangat berat, pertumbuhan ekonomi nasional akan minus dengan potensi angka pengangguran mencapai lebih dari 5 juta orang.

3. Jutaan orang dirumahkan

Pemerintah mencatat jumlah pekerja yang dirumahkan perusahaan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 meningkat. Bahkan pada sektor informasi sangat besar.

 "Jumlah pekerja yang dirumahkan dalam hal ini dari April adalah 1,24 juta dari pekerja sektor formal. Sektor informal, pencatatan harus dilihat lagi sebanyak 265 ribu pekerja," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam telekonferensi, Jumat (17/4/2020).

Baca Juga: 22 Juta Orang di Amerika Ajukan Tunjangan Pengangguran

4. Kenaikan pengangguran bukan hanya di RI

Menurut Sri Mulyani, pandemi virus yang sudah meluas ke berbagai negara membuat aktivitas ekonomi di berbagai negara terlihat turun tajam, dari PMI manufaktur dan jasa. Dengan penurunan cepat dan tajam ini pengangguran menignkat di bebragai negara.

"Semua negara sudah double digit growt tingkat penganggurannya. AS di 10% bahkan ada yang estimasi di atas 15-20%. Ini tingkat pengangauran terbesar dunia," tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement