Snack Rapat Ditiadakan Imbas Covid-19, Sri Mulyani: Itu Turunkan Banyak Biaya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 30 April 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 20 2207244 snack-rapat-ditiadakan-imbas-covid-19-sri-mulyani-itu-turunkan-banyak-biaya-1d8F6H5hK8.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (foto: Okezone.com/PANRB)

JAKARTA - Virus corona membuat pemerintah melakukan efisiensi anggaran dan merealokasikannya untuk penanganan pandemi Covid-19. Salah satu anggaran yang dialihkan adalah biaya pembelian makanan dan sewa ruangan untuk pertemuan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, dalam rangka penanganan Covid-19, dilakukan penghematan oleh kementerian dan lembaga yang bersumber dari belanja. Seperti perjalanan dinas, biaya rapat, honorarium, dan belanja non operasional .

"Kalau dilihat salah saru yang bagus untuk pemerintah, pertama sekarang pertemuan tidak lagi pakai ruangan, kedua berarti konsumsi listrik turun," ujarnya, dalam rapat virtual dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (30/4/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi: 2021 Tahun Recovery, Pemulihan, Rebound

Kemudian, kata Sri Mulyani, sekarang setiap pertemuan tidak ada lagi snack-snack. Kemudian tidak ada sewa ruang untuk pertemuan-pertemuan.

"Itu menurunkan biaya cukup banyak. Coba Bapak dan Ibu (Anggota Komisi XI) bayangkan, setiap rapat di Komisi XI, Kementerian, setiap rapat pasti ada makanan. Sekarang tidak ada lagi. Jadi itu merupakan efisiensi yang kita harap bisa dijaga sampai tahun depan," ujarnya.

Kendati demikian, Sri Mulyani mengakui, apa yang menjadi kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi ini ada positif dan negatifnya. Seperti dengan ditiadaknnya pertemuan dan makanan, menurunkan penjualan para pelaku usaha.

"Jadi selalu ada positif dan negatifnya dari setiap gerakan yang dilakukan pemerintah," ujarnya.

Selain itu, dalam rangka penanganan Covid, belanja modal untuk proyek dapat ditunda. Kegiatan proyek yang sudah dikontrakan dapat dinegosiasi kembali dengan pihak ketiga untuk ditunda pengerjaannya karena terdampak Covid.

"Kemudian belanja pegawai untuk tukin adanya penudanaan kenaikan tukin untuk CPNS," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini