Sri Mulyani Usul Defisit Anggaran Capai 4,17% di RAPBN 2021

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 320 2213030 sri-mulyani-usul-defisit-anggaran-capai-4-17-di-rapbn-2021-SwvDHWH06P.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan defisit anggaran pada tahun depan ditargetkan pada kisaran 3,21-4,17% terhadap produk domestik bruto (PDB). Serta rasio utang pada kisaran 36,67 - 37,97% terhadap PDB.

Adapun usulan ini sudah ada dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2021 dalam sidang Paripurna DPR dengan agenda Penyampaian pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN TA 2021.

 Baca juga: RAPBN 2021 Fokus Hidupkan Kembali Mesin Perekonomian

"Kebijakan makro-fiskal pada tahun depan dirumuskan sebagai kebijakan fiskal ekspansif konsolidatif," ujar dia di Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Dia menjelaskan besaran pembiayaan defisit di atas 3% ini mengacu kepada Perppu No.1/2020, agar proses pemulihan berjalan secara bertahap dan tidak mengalami hard landing yang berpotensi memberikan guncangan bagi perekonomian.

 Baca juga: Penanganan Dampak Covid-19 Akan Masuk di RAPBN 2021

"Di mana kebijakan fiskal menjadi instrumen yang sangat strategis dan vital dalam proses pemulihan ekonomi," ungkap dia.

Menurut dia pembiayaan pada 2021 pun dilakukan secara terukur dan berhati-hati dengan terus menjaga sumber-sumber pembiayaan yang berkelanjutan (sustainable) agar rasio utang terjaga dalam batas aman.

"Pemerintah terus mendorong peran swasta dalam pembiayaan pembangunan melalui kerangka Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Termasuk mendorong penerbitan instrumen pembiayaan kreatif lainnya," tandas dia.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini