JAKARTA - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran virus corona memaksa Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat ditutup.
Akibat penutupan Pasar Tanah Abang, para pedagang tak lagi bisa berjualan di pusat perbelanjaan tersebut. Para pedagang di Pasar Tanah Abang tak bisa menjajakan dagangannya di toko mereka seperti biasa. Hal ini membuat pendapatan mereka merosot jauh.
Di tengah menurunnya kondisi ekonomi karena pandemi virus corona, para pedagang Pasar Tanah Abang harus tetap mencari uang guna menyambung hidup. Mereka pun tetap mencari cara agar bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Ketua Koperasi Tanah Abang, Yasril Umar mengatakan, sebagian besar pedagang di Pasar Tanah Abang yang tak bisa berjualan di toko, memilih untuk mencari alternatif lain.
"Karena Pasar Tanah Abang sudah dua bulan tutup. Sebagian besar mereka mencari pekerjaan baru. Seperti yang tadinya jualan baju di sini jadi jualan makanan di sekitar rumah mereka masing-masing," kata Yasril, Selasa (19/5/2020).
Selain menjajakan makanan, terang Yasril, mereka juga menyoroti peluang bisnis di masa pandemi virsu corona ini. Mereka berjualan masker atau pun baju hazmat.