nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKL Buka Lapak di Pasar Tanah Abang, PD Pasar Jaya: Itu Bukan Kewenangan Kami

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 15:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218087 pkl-buka-lapak-di-pasar-tanah-abang-pd-pasar-jaya-itu-bukan-kewenangan-kami-wCg68a5djH.jpg Tanah Abang (Okezone)

JAKARTA - Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) masih memadati kawasan Pasar Tanah Abang di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) meski sudah ditertibkan oleh petugas Satpol PP. Para PKL ini juga masih nekat melakukan kucing-kucingan.

Lalu apa kata PD Pasar Jaya selaku pengelola Pasar Tanah Abang?

 Baca juga: Fenomena Tanah Abang Ramai saat PSBB, Pedagang Terhimpit Keadaan

Manajer Bidang Umum dan Humas PD Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan, PD Pasar Jaya mengelola Blok A, B, F dan G. Untuk Blok A, B dan F dipastikan tidak beroperasi alias masih tutup sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta.

Hanya Pasar Tanah Abang Blok G saja yang masih buka seperti sebelumnya namun itupun terbatas kepada pedagang yang berjualan jenis bahan pangan saja.

Baca juga: Tanah Abang Tutup buat Usaha di Daerah Tersendat

"Untuk Blok G masih buka karena jual sembako, pangan. Tapi saya belum cek," kata Gatra kepada Okezone, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Sementara untuk maraknya PKL yang buka lapak di Pasar Tanah Abang bukan kewenangan PD Pasar Jaya

"Kalau pun ada yang PKL, itu bukan kewenangan kami. PD Pasar Jaya hanya di dalam gedung. Kalau sudah di luar pagar bukan ranah kami," katanya.

Baca juga: Pasar Tanah Abang Tetap Ramai meski PSBB, PKL Harus Dilatih Jualan Online

Sebelumnya, Sebanyak 400 pedagang Pasar Tanah Abang ditutup paksa oleh petugas gabungan dari TNI/Polri dan Pemkot Jakarta Pusat, karena telah melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ada 400-an toko dan kios ditutup paksa yang di Jalan Jati Baru Raya, Blok F, dan Blok G," kata Camat Tanah Abang, Yasin Pasaribu.

Yasin mengaku, saat dilakukan penertiban para pedagang mengaku sudah tidak khawatir terpapar virus corona.

"Mereka itu mana takut sama corona, kalau takut pasti enggak bakalan buka lapaknya," sambungnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini