6 Juta Karyawan Dirumahkan dan Kena PHK Imbas Covid-19, Ini Kata Pengusaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 19:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 320 2221699 6-juta-karyawan-dirumahkan-dan-kena-phk-imbas-covid-19-ini-kata-pengusaha-l5bp3L8m0N.jpg PHK (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus Corona membuat beberapa sektor industri harus merumahkan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, saat ini sudah ada 6 juta karyawan sudah dirumahkan dan terkena PHK.

Dari angka tersebut 90% di antaranya merupakan pegawai yang dirumahkan. Sementara orang 10 di antaranya kena PHK.

 Baca juga: Pengusaha Sebut 6 Juta Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan akibat Corona

Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, memang ada perbedaan dengan data dari Kementerian Ketenagakerjaan. Adapun data pegawai yang dirumahkan dan terkena PHK dari Kementerian Ketenagakerjaan adalah sebesar 1,7 juta orang

"Memang ada disparitas data dengan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang mencatat hanya sebanyak 1,7 juta orang. Kami mendapatkan update yang lebih baru karena memperoleh laporan rutin dari para pengusaha dan asosiasi," ujarnya dalam live conference IDX Channel di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

 Baca juga: Pandemi Covid-19, 41 Juta Warga Amerika Di-PHK

Meskipun begitu lanjut Rosan, komitmen pengusaha untuk tidak melakukan PHK tidak perlu dipertanyakan. Para pengusaha menjadikan PHK sebagai opsi terakhir meskipun bisnisnya terganggu akibat Covid-19.

"Selama ada cashflow atau likuiditas yang terjaga, memang pilihan merumahkan atau PHK jatuh di pilihan terakhir. Tetapi, kalau ada penurunan pendapatan signifikan, pasti pilihan ini diambil," kata Rosan.

Menurut Rosan, tidak bertambahnya jumlah pengangguran tidak terlepas dari gerak cepat pemerintah. Pemerintah langsung memberikan stimulus kepada pekerja dan perusahaan agar bisa tetap survive.

Asal tahu saja, pemerintah sudah memberikan beberapa stimulus fiskal dan moneter untuk menjaga likuiditas. Misalnya saja keringanan pembayaran pajak badan dan individu.

Namun, Rosan menilai kondisi ini sangat mengkhawatirkan, karena berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan solusi lain untuk mengantisipasi jika virus corona tak juga pergi.

"Sebelum Covid-19, angka pengangguran sudah ada di 7 juta. Dengan ada tambahan kurang lebih 6 juta orang, ini menjadi situasi yang perlu dicari solusinya. Tekanan terhadap perekonomian kedepannya masih berjalan meski ada new normal, revenue tidak akan optimal, dan masih ada biaya-biaya tambahan," kata Rosan.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini