Baca Juga: AS dan Eropa Dinilai Belum Mampu Buka Penerbangan Lagi
Maskapai-maskapai penerbangan asing bisa meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali seminggu bila selama tiga pekan berturut-turut terbukti tidak membawa penumpang yang positif tertular virus corona. CAAC juga mengatakan akan menghentikan layanan maskapai itu selama sepekan bila jumlah penumpangnya yang positif virus corona mencapai lima.
Menjelang pengumuman itu, Departemen Perhubungan AS menuduh Beijing melanggar kesepakatan tahun 1980 mengenai perjalanan udara. Sebagai tanggapan atas tindakan Beijing, AS hanya akan mengizinkan maskapai China melakukan penerbangan ke AS dalam jumlah yang sama dengan jumlah penerbangan yang dilakukan maskapai AS ke China.
Empat maskapai penerbangan China yang dilarang beroperasi di AS adalah Air China, China Eastern Airlines, China Southern Airlines dan Xiamen Airlines, demikian dilansir dari VOA, Jumat (5/6/2020).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)