Ojol Bisa Bawa Penumpang pada 8 Juni, Ini Faktanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 07 Juni 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 320 2225653 ojol-bisa-bawa-penumpang-pada-8-juni-ini-faktanya-FHmRIWsKNj.jpg Ojol (Okezone)

JAKARTA - Diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran Covid-19 juga berdampak besar pada operasi ojek online. Dua ojek online besar di Tanah Air, Gojek dan Grab tak bisa mengangkut para penumpang.

Namun dengan diberlakukannya PSBB masa transisi, maka ojek online bisa mengangkut penumpang lagi. Menurut Jadwal Pembukaan Transisi Fase I, Pemerintah DKI Jakarta mengizinkan ojek online mengangkut penumpang pada tanggal 8 Juni 2020.

Oleh sebab itu, Jakarta, Minggu (7/6/2020), berikut fakta-fakta ojol dapat membawa kembali penumpang:

 Baca juga: Anies Izinkan Ojek Online Angkut Penumpang Mulai 8 Juni

1. Ojol Diperbolehkan Bawa Penumpang per 8 Juni 2020

Diberlakukannya PSBB masa transisi, maka ojek online bisa mengangkut penumpang lagi. Menurut Jadwal Pembukaan Transisi Fase I, Pemerintah DKI Jakarta mengizinkan ojek online mengangkut penumpang pada tanggal 8 Juni 2020.

Oleh karena itu, para penumpang seperti karyawan bisa naik ojek online lagi menuju kantornya. Namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker dan sering mencuci tangan begitu sampai di kantor.

2. Driver Ojol Minta Penumpang Bawa Helm Sendiri

Para driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) terus melakukan langkah-langkah preventif sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada pengemudi maupun penumpang dan pengguna jasa ojol.

"Pada awal Maret 2020 Garda telah menerbitkan protokol kesehatan standar bagi para pengemudi dan imbauan agar penumpang membawa helmnya sendiri-sendiri. Ini merupakan salah satu protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Garda," kata Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono.

3. Ribuan Gojek Bawa Penumpang Pakai Sekat Plastik

Chief Corporate Affairs Nila Marita mengatakan mitranya dalam hal ini driver GoRide akan menggunakan sekat pelindung plastik sebagai upaya menjaga protokol kesehatan saat layanan transportasi dapat dibuka 100% pada 8 Juni 2020.

 Baca juga: PSBB Masa Transisi, Ini Alasan Anies Perpanjang Pembatasan Sosial di Jakarta

"Saat ini, ribuan armada kami juga telah dilengkapi sekat pelindung pembatas antara mitra driver dan penumpang. Jumlah ini akan terus bertambah ke depannya sebagai bagian dari standar keamanan dan kesehatan kami," ujarnya.

4. Gojek Mulai Buka Layanan GoRide pada 8 Juni

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, berdasarkan Jadwal Pembukaan Transisi Fase I yang dipaparkan Pemprov DKI Jakarta, layanan transportasi dengan sepeda motor termasuk GoRide dapat membuka 100% layanan mulai 8 Juni 2020.

"Gojek sangat menyambut baik hal ini karena para mitra driver nantinya dapat kembali melayani transportasi bagi penumpang setelah pada penerapan PSBB sebelumnya hanya melayani pengiriman barang (GoSend), pesan antar makanan (GoFood), berbelanja kebutuhan sehari-hari (GoMart), dan lain sebagainya," ujar Nila.

5. Driver GoRide dan GoCar Wajib Pakai Masker dan Hand Sanitizer

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, menurut Jadwal Pembukaan Transisi Fase I yang dipaparkan Pemprov DKI Jakarta, layanan transportasi dengan sepeda motor termasuk GoRide dapat membuka 100% layanan mulai 8 Juni 2020.

"Gojek sangat menyambut baik hal ini karena para mitra driver nantinya dapat kembali melayani transportasi bagi penumpang. Gojek juga telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar," ujar Nila.

Aspek kebersihan dan kesehatan bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar antara lain mewajibkan mitra driver untuk menggunakan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer sebagai syarat untuk menjalankan order, sesuai dengan peraturan pemerintah.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini