Sirkulasi Udara di Pesawat Bisa Minimalkan Penularan Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 12:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 11 320 2228169 sirkulasi-udara-di-pesawat-bisa-minimalkan-penularan-covid-19-DD6b804Wgb.jpg Kapasitas Penumpang Pesawat Dibatasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan sistem filtrasi udara dan teknologi sirkulasi udara di pesawat sangat aman, sehingga dapat meminimalisir penularan Covid-19, dengan menggunakan teknologi filtrasi HEPA (High Efficiency Particulate Air) di dalam pesawat udara.

“Pada pesawat udara, sistem filtrasi dan sirkulasi udara di kabin dirancang untuk meminimalisir penyebaran bakteri maupun virus hingga ukuran yang sangat kecil. Meski begitu, kami tetap akan mempelajari dan akan melakukan pembaruan ketentuan kapasitas secara bertahap, juga sesuai dengan ketentuan aturan internasional,” ujar Novie, dalam keterangannya, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: Kapasitas Penumpang Pesawat Naik Bertahap hingga 100%

Lebih dari 85% pesawat penumpang di Indonesia merupakan pesawat yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara HEPA. Serta, dengan adanya pembatasan interaksi dan pembatas antar baris, hal ini dipandang dapat mengurangi resiko penularan Covid-19 saat berada di dalam pesawat.

Pada pesawat pabrikan Airbus, proses sirkulasi udara di dalam kabin diperbaharui setiap 2-3 menit menggunakan HEPA, sedangkan pesawat pabrikan Boeing, sirkulasi udara menggunakan HEPA menghasilkan 50% udara hasil sirkulasi dan 50% udara segar luar yang difiltrasi dalam kabin.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Maksimal 70%, Kemenhub: Mengacu Ketentuan Penerbangan Internasional

Sementara, pada pesawat jenis ATR, meskipun tidak menggunakan HEPA, sistem udara pada pesawat berjenis ATR tetap terjamin dengan mekanisme dua buah Environment Control System (ECS) packs operative, di mana udara di kabin pesawat diperbaharui setiap 5-7 menit.

Dia melanjutkan, pesawat nantinya akan dapat melakukan pengangkutan hingga 100% secara bertahap. Namun, pada saat ini Ditjen Perhubungan Udara akan berfokus kepada keamanan optimal dari pesawat udara terhadap penularan Covid-19 di dalam pesawat, dengan proteksi di dalam pesawat, standar prosedur penanganan penumpang, serta pelatihan personel penerbangan dalam penanganan Covid-19, sehingga secara bertahap peningkatan load factor dapat dilakukan.

Ketentuan lebih lanjut terkait dengan operasional transportasi udara, yang diatur pada Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor 13 Tahun 2020, berupaya untuk menerapkan keamanan optimal dengan disiplin protokol pada angkutan udara secara ketat. Sehingga, penumpang yang berada di dalam pesawat udara tetap aman dalam melakukan penerbangan.

“Untuk tetap menjamin keamanan di dalam pesawat udara, kami juga telah membuat ketentuan atas ruang isolasi atau karantina di dalam pesawat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan keamanan kepada penumpang dengan gejala Covid-19 ketika on board, yaitu dengan menyediakan 3 baris kursi kosong di belakang pesawat dengan mekanisme khusus,” ujar Novie.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini