JAKARTA - Masyarakat dihebohkan dengan pemadaman listrik secara massal atau blackout pada 4 Agustus 2019. Padamnya listrik hingga belasan jam ini membuat sistem lumpuh seketika.
PT PLN (Persero) menjadi bulan-bulanan kemarahan pelanggan. Presiden Jokowi pun langsung memanggil direksi PLN kala itu untuk meminta penjelasan duduk perkara blackout 4 Agustus 2019.
Baca Juga: Pohon Sengon Dituding Penyebab Listrik Padam, Ternyata Tingginya Bisa 40 Meter
Namun, sebelum adanya kejadian blackout 4 Agustus 2019, padamnya listrik juga sering terjadi. Hal itu disebabkan beberapa hal, seperti banjir hingga gangguan pembangkit listrik.
Tapi kalian harus tahu, ternyata ada dua tipe padamnya listrik, yakni padam padam terencana dan padam tidak terencana. Bagaimana penjelasannya?
Baca Juga: Bukan Pohon Sengon, PLN Lalai Sebabkan Blackout
"Yang pertama, pemadaman yang direncanakan oleh PLN dalam rangka pemeliharaan jaringan. Penghentian aliran listrik sementara ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan listrik di rumah," tulis penjelasan PLN Disjaya seperti dikutip akun Instagram resminya, Jakarta, Senin (22/6/2020).
Selama pemeliharaan berlangsung PLN tetap berupaya untuk tidak memadamkan listrik. Namun jika memang diperlukan pemadaman untuk keselamatan bersama, pihak PLN akan mengirimkan pemberitahuan kepada pimpinan atau tokoh masyarakat setempat.
"Yang kedua, pemadaman tidak terencana alias karena terjadi gangguan. Hal ini bisa disebabkan jaringan listrik yang mengalami masalah seperti adanya layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik, dahan pohon bahkan umbul-umbul. Bisa juga karena fenomena alam seperti tersambar petir, dan lain-lain," kata PLN Disjaya.
Untuk durasi padam tidak terencana tidak dapat diketahui secara pasti karena perlu proses deteksi dan reparasi pada jaringan listrik.
Tentu ketika terjadi hal itu, pihak PLN akan mencari sumber masalah dan segera memperbaikinya agar pelanggan tetap nyaman dalam menggunakan listrik di rumah maupun di mana saja.
"Jangan lupa, bila menemui kendala kelistrikan segera hubungi Contact Center PLN 123," tulisnya.
(Dani Jumadil Akhir)