Fokus Piala Dunia U-20 pada 2021, Menteri Basuki Kebut Proyek Stadion hingga Pasar

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235494 fokus-piala-dunia-u-20-pada-2021-menteri-basuki-kebut-proyek-stadion-hingga-pasar-1dYikRQoW7.jpeg Stadion Manahan Solo. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Piala dunia sepak bola atau World Cup U-20 di Indonesia menjadi salah satu prioritas dalam rencana kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kegiatan tersebut masuk dalam program Direktorat Jenderal Bidang Cipta Karya 2021 sebesar Rp1,36 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk pembangunan rehabilitasi dan renovasi sarana olahraga dan pasar di Direktorat Jenderal Bidang Cipta Karya dialokasikan sebesar Rp1,12 triliun.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20, Kementerian PUPR Butuh Anggaran Rp300 Miliar

"Sarpras olah raga 9 gedung termasuk untuk persiapan World Cup U-20, persiapan Stadion Manahan Surakarta dan Stadion I Wayan Dipta. Satpras 12 pasar di Sibolga Nauli, Gorontalo, Ngawi dan Mardika," tuturnya, dalam rapat kerja dengan Komisi V, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Selain itu, target prioritas lain pada bidang cipta karya adalah air minum sebesar Rp5,66 triliun. Dana tersebut digunakan di antaranya untuk pembangunan SPAM 2.012 liter, peningkatan SPAM 1.300 liter per detik, perluasan SPAM 58.756 SR dan SPAM berbasis masyarakat 400.000 SR di 2.5000 desa berupa kegiatan Pamsimas.

Baca Juga: Menteri Basuki Butuh Pakar Hukum Bantu Bangun Infrastruktur, Buat Apa?

Kemudian pada program sanitasi sebesar Rp4,5 triliu yang digunakan untuk sistem pengelolaan air limbah domestik 174.380 KK, sistem pengelolaan drainase lingkungan 4.808 KK, sistem pengelolaan persampahan 740.750 KK dan penyehatan lingkungan berbasi masyarakat 73.800. Lalu pada penataan kawasan permukiman dialokasikan sebesar Rp3,33 triliun.

"Ini untuk permukiman kumuh yang ditangani secara terpadu 143 ha, penataan kawasan strategis pariwisata nasional 168 ha dan pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat 1.813 ha. Bangunan gedung Rp1,55 triliun, pembangunan rehabilitasi dan renovasi sarpras pendidikan Rp4,56 triliun dan dukungan lainnya Rp1,36 triliun," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini