Masih Kurang, Hutama Bakal Terbitkan Lagi Global Bond Rp12,6 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235643 masih-kurang-hutama-bakal-terbitkan-lagi-global-bond-rp12-6-triliun-WZ5f1zLqgI.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) akan menarik utang kembali pada tahun depan sebesar USD900 juta atau setara Rp12,6 triliun (kurs Rp14.100 per USD). Utang ini nantinya akan digunakan untuk proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera (JTTS).

Direktur Utama Hutama Karya (Persero) Budi Harto mengatakan, hasil dari surat utang ini nantinya akan digunakan untuk membangun 9 ruas tol Trans Sumatera sepanjang 771 kilometer. Adapun kesembilan ruas tol tersebut meliputi Pekanbaru - Dumai sepanjang 131 kilometer (km), Kisaran-Indrapura sepanjang 43 kilometer, Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat sepanjang 143 km.

Baca Juga: Skenario New Normal Ala Hutama Karya

Selain itu ada juga Sigli-Banda Aceh 73 km, lalu ada Simpang Indralaya - Muara Enim sepanjang 119 kilometer, Sicincin - Padang sepanjang 35 km. Kemudian ada juga Pekanbaru - Pangkalan sepanjang 95 km, Taba Penanjung - Bengkulu sepanjang 18 km dan Binjai-Langsa sepanjang 110 km.

"Yang sudah USD600 juta, tahun depan USD900 juta. Iya buat bangun jalan tol 771 km," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR-RI, Rabu (24/6/2020).

Sebenarnya perseroan sudah menerbitkan utang sebesar USD600 juta pada tahun ini. Namun angka ini tidak mencukupi untuk membangun 9 ruas tol yang memiliki panjang 771 km tersebut.

Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris Adhi Karya

"Tahun depan tahun ini kan masih ada (sisa pinjaman)," ucapnya.

Menurut Budi Harto, dalam pembangunan jalan tol ada beberapa skema pembiayaan. Pertama adalah suntikan modal dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) dan kedua adalah utang.

Seperti diketahui, Hutama Karya (Persero) mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp7,5 triliun. Adapun suntikan dana ini akan tertuang dalam Penyertaan Modal Negara (PMN) yang masuk dalam program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Lalu Hutama Karya meminta tambahan suntikan modal kepada pemerintah sebesar Rp51 triliun. Anggaran ini di luar dari suntikan modal pemerintah sebesar Rp7,5 triliun yang masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

"Hutama Karya saat ini sedang menyelesaikan konstruksi pembangunan JTTS sepanjang 771 km yang ditargetkan selesai tahun 2022, dengan kebutuhan PMN Rp51 triliun. Pendanaan ada PMN ada pinjaman dari kami. Jadi berdampingan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini