Mulai 1 Juli, Angkutan Umum Sudah Boleh Angkut Penumpang 70%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 320 2236897 mulai-1-juli-angkutan-umum-sudah-boleh-angkut-penumpang-70-u3NwVihuIL.jpg Kapasitas Penumpang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut per 1 Juli 2020 angkutan umum transportasi darat sudah diizinkan untuk mengangkut penumpang maksimum sebanyak 70% dari kapasitasnya.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran orona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pada 1 Juli kita sudah buka angkutan umum jadi 70%,” kata Budi dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Kapasitas Penumpang Pesawat Naik Bertahap hingga 100% 

Dia menjelaskan, penambahan itu hanya berlaku di daerah yang telah dinyatakan sebagai zona hijau atau kuning penyebaran Covid-19. Namun, untuk wilayah zona merah masih belum diizinkan angkutan umumnya untuk kembali beroperasi.

“Jadi kalau di zona merah itu tidak boleh sama sekali untuk angkutan umumnya, tapi boleh dengan adanya pembatasan seperti pemberian stiker yang dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Kapasitas Penumpang Dinaikan Jadi 70%, Bos Garuda: Tetap Physical Distancing 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi resmi menghapus ketentuan batas penumpang 50% pada operasional angkutan umum dan pribadi. Hal ini tertuang dalam Permenhub 41 tahun 2020.

Permenhub 41 itu mengubah beberapa pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan no 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Budi Karya mengubah pasal 11 ayat a dan b pada PM 18 tahun 2020.

Menhub Budi sebelumnya menyebutkan awalnya kendaraan bermotor umum dan pribadi wajib menerapkan kapasitas maksimal 50%. Kini kewajiban itu dihapus.

"Jadi dalam PM 18 kapasitas penumpang maksimal 50% namun sekarang ada kemajuan yang berarti dalam menjaga protokol kesehatan," ujar dia pada telekonferensi, Selasa 9 Juni 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini