Terungkap! Ini Alasan Uang Asli Dilarang Jadi Mahar Pernikahan

Minggu 28 Juni 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 320 2237635 terungkap-ini-alasan-uang-asli-dilarang-jadi-mahar-pernikahan-gtnSfTGlvl.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahar pernikahan berupa uang asli baik koin atau pun kertas sesungguhnya dilarang. Bank Indonesia menyarankan calon pengantin menggunakan uang mainan untuk mahar pernikahan.

Melalui akun Facebook resminya Bank Indonesia menyatakan menggunakan uang, terutama pecahan kertas sebagai mahar pernikahan sama saja dengan ”menyiksa” uang. Apalagi ketika mahar itu dibuka satu per satu tak ayal uangnya menjadi lecek bahkan berisiko sobek.

Baca Juga: Uang Asli untuk Mahar Bisa Kena Denda Rp1 M, Pengantin Ini Pilih Kain Kafan sebagai Mahar

Larangan ini tercantum dalam Pasal 25 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang. Pasal itu memang tidak secara tegas mengatur mengenal larangan Rupiah untuk mahar pernikahan.

Namun, di ayat (1) disebutkan setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.

Sedangkan di ayat (2) disebutkkan setiap orang dilarang membeli atau menjual Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan atau diubah. Terakhir, ayat (3), setiap orang dilarang mengimpor atau mengekspor Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan atau diubah.

Baca Juga: Ini Alasan Rupiah Dijadikan Mahar Bisa Kena Denda Rp1 Miliar 

Sanksi pidana untuk pelanggaran Pasal 25 dimuat di Pasal 35 UU Mata Uang. Penggunaan uang asli untuk mahar bisa dikenai sanksi pidana berupa penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

”Uang asli yang dijadikan mahar pernikahan pasti akan digunting, distapler, dilem atau diisolasi. Kan kalau dibuka satu per satu, uangnya jadi lecek bahkan berisiko robek. Nah, yang seperti ini jatuhnya 'menyiksa' uang lho dan bisa ditindak pidana," tulis BI dalam akun Facebook resminya.


Kriteria Uang Mainan

Selama ini mahar pernikahan yang dibuat dari uang asli dibentuk berbagai rupa agar lebih unik dan menarik. Seperti bentuk masjid, bunga, burung dan masih banyak lagi demi membuat mahar yang indah. Demikian seperti dilansir Solopos, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

”Tidak boleh (untuk mahar), Rupiah itu secara filisofis simbol kedaulatan negara. Diedarkan hingga ke pulau/wilayah terluar, terdepan dan terpencil, ini juga dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Jadi tentu kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan dan memperlakukan Rupiah secara bijak dan penuh hormat."

BI menyarankan pengrajin mahar maupun calon pengantin juga disarankan memakai uang mainan sebagai pengganti hiasan uang mahar pernikahan. ”Lebih baik pakai uang mainan saja. Toh, kalau dilihat secara kasat mata hampir mirip dan sama cantiknya kok," tambah BI.

Meski begitu, penggunaan uang mainan dalam membuat hiasan pun harus ada kriterianya. Ukuran uang mainan tidak boleh sama dengan yang asli dan tulisan uang mainan yang tercantum harus lebih dominan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini