Ekonomi RI Diprediksi 0,4%, Belanja Negara Bakal Membengkak?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 20 2240599 ekonomi-ri-diprediksi-0-4-belanja-negara-bakal-membengkak-osRkSRDvIM.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun ini berada di kisaran 0,4% hingga 1%. Mengingat tekanan pandemi virus corona pada perekonomian semakin terasa.

Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF Kemenkeu Ubaidi S Hamidi mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini mempertimbangkan juga kondisi perekonomian yang terjadi saat ini. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi ini juga berkaca pada proyeksi lembaga internasional seperti IMF, World Bank, OECD, ADB, dan Bloomberg.

Baca Juga: Kontraksi Lanjutan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Lebih Rendah

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 berada di angka -0,3%. Sementara itu, World Bank di angka 0%, sedangkan OECD yang paling rendah -3,9 sampai -2,8%.

"Kemenkeu memproyeksikan di angka -0,4 sampai 1%, ADB -1% dan Bloomberg memproyeksikan di angka 0,5%," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (3/7/2020).

Pria yang kerap disapa Ubai ini menambahkan, dampak perekonomian ini ke depannya akan mempengaruhi terhadap penyesuaian di sisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Setidaknya ada dua hal utama dalam penyesuaian di APBN itu sebenarnya ada dua hal utama.

Baca Juga: Jangan Kaget, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II Paling Rendah

Dampak pertama adalah dari sisi tanggungan negara. Hal ini akan berdampak pada anggaran belanja yang semakin besar untuk menjaga agar ekonomi tetap stabil dari gempuran virus corona.

"Pertama, dampak terhadap tekanan di sisi tanggungan negara, kemudian yang kedua adalah adanya tambahan beberapa belanja negara yang ekonomi itu tetap dalam koridor," jelasnya

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini