Selain itu, dia juga akan menambah karyawan untuk proses produksi. Hal itu sebagai upaya untuk memenuhi permintaan konsumen.
Baca juga: Limbah Akar Disulap Jadi Bonsai Bernilai Rupiah
Melalui produk tersebut, Andhi dan rekan-rekannya ingin memajukan dan mengangkat usaha kecil dan menengah (UKM). Ia juga akan membuat jaringan UKM, tidak hanya untuk produk mi. Jika jaringan sudah terbentuk, produk UKM bisa disalurkan atau dipromosikan lewat jejaring tersebut.
Tri Kuncoro, yang juga salah satu pelopor mi ayam instan Wonogiri, menambahkan produk tersebut dibuat untuk mengangkat kuliner Wonogiri. Maka dari itu mereka memilih merek Wonogiren. "Kami mencoba mengangkat daerah Wonogiri ini melalui produk mi ayam instan," kata dia.
Dia menambahkan produk mi ayam tersebut juga diminati oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di luar negeri, seperti Hong Kong dan Singapura. Tetapi dititipkan saudara atau teman yang ke sana. Ke depan dia akan mencoba mengurus perizinan agar bisa kirim produk langsung ke luar negeri. Tetapi, untuk saat ini difokuskan dahulu di dalam negeri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.