Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Pesan-Antar Belanjaan Berdayakan Tenaga Kerja Perempuan

Bisnis Pesan-Antar Belanjaan Berdayakan Tenaga Kerja Perempuan
Minimarket (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Salami sendiri sudah menekuni usahanya selama lebih dari 14 tahun. Menurutnya, komentar-komentar di linimasa sering kali menuduhnya mengikis peran tradisional gender. Baginya, pola pikir seperti itu sudah kuno. Seharusnya lebih banyak perempuan berperan di dunia usaha dan pemerintahan.

Baca juga: Tren Gowes Milenial, Bengkel Sepeda Banjir Order hingga Lembur

“Semakin banyak perempuan duduk di Majelis Nasional… (maka) Anda akan melihat segala sesuatu dari perspektif mereka… dan kami akan menegakkan hukum, dan Anda dapat memaksa perusahaan dan lembaga untuk mengakui keberadaan perempuan, ini tantangan-tantangannya dan ini cara kita untuk melibatkan mereka dalam semua yang kita kerjakan,” imbuhnya.

Salami tidak sendiri. Funmi Ogbue mendirikan Women in Energy Network untuk melibatkan lebih banyak sosok perempuan dalam industri perminyakan di negeri itu. Ia mengatakan bahwa rintangan yang ada harus dirobohkan agar perempuan memiliki kesempatan dalam dunia bisnis. “Kita belum sampai sana. Jumlah kita masih belum cukup, akibat alasan budaya dan tidak adanya akses finansial,” katanya.

Konsultan bisnis dunia, McKinsey, menuturkan, jika berkaca pada kondisi saat ini, perlu 142 tahun untuk perempuan Afrika mencapai kesetaraan. Sementara itu, di Nigeria, wakil rakyat perempuan hanya berjumlah kurang dari enam persen, dan belum pernah ada perempuan yang memegang jawaban gubernur negara bagian.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement