Daya Tariknya Berkurang, Dolar Ditutup Melemah

Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 11 Juli 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 278 2244719 daya-tariknya-berkurang-dolar-ditutup-melemah-PYfqhvJq96.jpg Dolar (Reuters)

NEW YORK - Mata uang Amerika Serikat (AS), dolar melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan daya tarik sebagai aset yang aman (safe haven) mulai berkurang.

Daya tarik tersebut berkurang karena adanya harapan vaksin potensial untuk wabah virus Corona. Hal ini meredam kekhawatiran akan lonjakan kasus di AS dan negara lainnya.

 Baca juga: Dolar Menguat Ambil Untung dari Wall Street yang Bergerak Mixed

Melansir reuters, Jakarta, Sabtu (11/7/2020), pada penutupannya, dolar turun 0,2% terhadap sekeranjang mata uang lainnya menjadi 96,624.

Dolar juga turun setelah harga produsen AS secara tak terduga turun 0,2% pada Juni, menyusul rebound 0,4% pada Mei. Ini dikarenakan pertempuran ekonomi menekan permintaan di tengah pandemi COVID-19.

Selera ke aset berisiko di pasar meningkat tercermin dari Euro terhadap dolar AS yang naik 0,2% menjadi USD1,13 per Euro. Dolar juga jatuh ke level terendah dua minggu terhadap yen safe-haven, dolar turun 0,3% pada 106,92 yen.

 Baca juga: Dolar Ditutup Menguat saat Lonjakan Kasus Baru Covid-19 di AS

Pada hari Jumat, Gilead Sciences Inc (GILD.O) mengatakan data tambahan dari penelitian tahap akhir menunjukkan antivirus yang remdesivir mengurangi risiko kematian dan secara signifikan meningkatkan kondisi pasien COVID-19 yang sakit parah.

Itu membantu reli di saham AS dan mendorong dolar lebih rendah. "Ketika kita berbicara tentang dolar akhir-akhir ini, ini tentang korelasi dengan risiko dan itu masih terjadi sekarang," kata John Doyle, wakil presiden untuk transaksi dan perdagangan, di Tempus, Inc. di Washington.

"Saya pikir berita vaksin mengimbangi lonjakan kasus," tambahnya.

Lebih dari 60.500 infeksi COVID-19 baru dilaporkan di seluruh Amerika Serikat pada hari Kamis, menurut penghitungan Reuters, peningkatan satu hari terbesar di negara mana pun sejak pandemi muncul di Cina tahun lalu.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini