"Jadi, tanpa penanganan kesehatan yang optimal maka sektor dunia usaha cenderung wait and see untuk ekspansi begitu juga dengan masyarakat yang masih menahan belanja," ujar dia kepada Okezone, Selasa (14/7/2020).
Dia juga menjelaskan, data Google Mobility per 7 Juli di Jakarta menunjukkan pergerakan masyarakat masih minus 26% untuk bepergian ke pusat perbelanjaan dan rekreasi.
"Sementara minus 33% untuk pergerakan ke perkantoran dibandingkan baseline," ungkap dia.
Baca Juga: Anies Ingatkan Warga: Jangan Sampai Kegiatan Sosial-Ekonomi Kami Hentikan!
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengingatkan warga Ibu Kota untuk hati-hati terhadap ancaman virus corona. Pasalnya, saat ini angka positivity rate Covid-19 di Jakarta melonjak dua kali lipat sebesar 10,5%