Makin Buruk ke Rp257,8 Triliun, Defisit APBN Semester I-2020 Belum Separah 2016

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 20 Juli 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 320 2249339 makin-buruk-ke-rp257-8-triliun-defisit-apbn-semester-i-2020-belum-separah-2016-VdnRRIJqwB.jpg Sri Mulyani (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan mencatat, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2020 mencapai Rp257,8 triliun. Besaran tersebut setara 1,57% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, besaran defisit tersebut mengalami perburukan selama 2020. Namun, defisit tersebut lebih baik dari periode yang sama pada 2016.

 Baca juga: Banyak Pejabat Tidak Terima THR, Sri Mulyani: Realisasi Belanja Pegawai Turun 3,3%

"Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 1,57% produk domestik bruto (PDB), ini mengalami pemburukan selama tahun 2020," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video APBN Kita di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Meski dalam situasi tekanan ekonomi akibat wabah COVID-19, dirinya mengatakan, realisasi defisit APBN pada periode itu terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 1,57%. Sedangkan pada Semester I-2016 sebesar 1,82%.

"Kalau dibadingkan 2016, dari sisi persentase terhadap PDB lebih rendah, artinya APBN kita sampai semester I di 2016 sudah pernah mengalami defisit hingga 1,82 persen," kata Sri Mulyani.

 Baca juga: Meskipun Realisasi Rendah, Kemenkes Dapat Tambahan Anggaran Rp25 Triliun

Akan tetapi, jika dibandingkan secara nominal, tekornya APBN di bawah pengelolaan Bambang Brodjonegoro itu hanya sebesar Rp230,7 triliun sedangkan pada masa Sri tersebut mencapai Rp257,8 triliun.

Menurutnya yang membedakan kondisi defisit tersebut terletak pada kondisi sepanjang tahun masing-masing, sebab pada 2016 defisit mampu ditekan pada Semester II nya sedangkan pada tahun ini sebaliknya.

"Bedanya dengan 2016 dilakukan konsolidasi sehingga defisit terkendali. Di tahun ini akan melebar karena Semester II kita lihat belanja-belanja meningkat seiring kebutuhan penanganan COVID-19," tuturnya.

Dia merinci realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp811,2 triliun atau terkontraksi 9,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp899,6 triliun.

"Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 47,7% dari target senilai Rp1.699,9 triliun," katanya

Sedangkan kata dia belanja negara hingga 30 Juni 2020 tercatat senilai Rp1.068,9 triliun atau 33,8% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 3,3% dibandingkan penyerapan per akhir Juni tahun lalu yang senilai Rp1.034,7 triliun.

" Akselarasi belanja negara ini untuk pemulihan ekonomi," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini