"Bedanya dengan 2016 dilakukan konsolidasi sehingga defisit terkendali. Di tahun ini akan melebar karena Semester II kita lihat belanja-belanja meningkat seiring kebutuhan penanganan COVID-19," tuturnya.
Dia merinci realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp811,2 triliun atau terkontraksi 9,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp899,6 triliun.
"Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 47,7% dari target senilai Rp1.699,9 triliun," katanya
Sedangkan kata dia belanja negara hingga 30 Juni 2020 tercatat senilai Rp1.068,9 triliun atau 33,8% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 3,3% dibandingkan penyerapan per akhir Juni tahun lalu yang senilai Rp1.034,7 triliun.
" Akselarasi belanja negara ini untuk pemulihan ekonomi," jelasnya.
(Fakhri Rezy)