Terancam Bangkrut, Pengusaha Hiburan Tetap Bayar Pajak dan Listrik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 320 2250771 terancam-bangkrut-pengusaha-hiburan-tetap-bayar-pajak-dan-listrik-LzYakpKGbA.jpg Industri Hiburan Malam Terancam Bangkrut karena Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) mengeluh kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Tempat hiburan malam di Jakarta pun masih belum diizinkan untuk beroperasi saat ini.

Ketua Asphija Hana Suryani mengatakan, kondisi saat ini sangat berat untuk dihadapi para pengusaha tempat hiburan malam. Malahan, industri ini terancam bangkrut karena tidak ada pemasukan dana sama sekali karena Covid-19.

Baca Juga: Tempat Hiburan Malam Ditutup, 19.000 Pekerja Terancam PHK

Meski sulit dan sudah banyak pengusaha hiburan malam yang sudah gulung tikar, beberapa di antaranya masih tetap patuh untuk bayar pajak, listrik dan air setiap bulannya.

"Tetap bayar (pajak, listrik dan air). Enggak ada pengurangan apapun," kata dia, saat dihubungi Okezone, Kamis (23/7/2020).

Para pengusaha dan pekerja hiburan malam pun sudah melakukan aksi unjuk Namun belum ada solusi dari masalah yang dihadapi saat ini.

Baca Juga: Jutaan Buruh Terancam Kena PHK di 2021 jika Covid-19 Tak Berakhir

"(Tempatnya) Dijual juga enggak laku. Intinya sudah bangkrut semua," ujarnya.

Malahan, kata Hana, sebagian besar pekerja di tempat hiburan malam terpaksa di rumahkan. Mereka di rumahkan karena perusahaanya dilarang beroperasi selama PSBB transisi berlangsung.

"19.000 pekerja dari 1.000 tempat hiburan malam sudah di rumahkan," kata Hana.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini