Dapat Bantuan Rp4 Triliun, Ridwan Kamil Bidik Ekonomi Jabar 2,3%

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252630 dapat-bantuan-rp4-triliun-ridwan-kamil-bidik-ekonomi-jabar-2-3-dPndOWEtm9.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah telah memberikan pinjaman pada dua daerah yang terdampak cukup dalam, yaitu Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Dua daerah tersebut bahkan meminjam dana ke pemerintah pusat untuk pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Sri Mulyani Pinjamkan Rp16,5 Triliun ke Anies dan Kang Emil, untuk Apa? 

Penyaluran pinjaman dana tersebut dilakukan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI kepada pemerintah daerah (pemda). Untuk Jabar mendapat pinjaman Rp4 triliun.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut pihaknya telah mendapatkan tiga bantuan luar biasa pada hari ini. Seperti bantuan pinjaman daerah, proyek waste to energi yaitu pengelolaan lingkungan dan persampahan di Indonesia serta penempatan dana pemerintah untuk PEN di bank BJB.

Baca Juga: Begini Cara Anies Pulihkan Ekonomi Jakarta dari Pinjaman Rp12,5 Triliun 

"Ketiga instrumen ini diharapkan bisa gerak secepatnya dalam sisa 6 bulan ini khususnya 2020 karena hasil kajian kami ini -2% atau bisa positif 2,3%. Kami kerja keras supaya kejar 2,3% positif itu karena kalau Jawa Barat terkerek tentu nasional ikut juga," ujar dia dalam telekonferensi, Senin (27/7/2020).

 RK

Kemudian, Kang Emil sapaan akrabnya untuk pandemi ini Jawa Barat kalau dari sisi penduduk ancaman paling besar, karena penduduk terbesar 50 juta. Oleh karena itu keputusan terbaik yang pernah dilakukan adalah PSBB termasif.

"Sekitar 50 juta orang kita atur 3 minggu dan angka reproduksi turun. Selanjutnya kami sadari Covid-19 tidak bisa diperlakukan sama. daerah padat tinggi, dosisinya tinggi, daerah kami yang 70% Kabupaten kepadatan rendah, treatmentnya juga tidak sama," ungkap dia.

Maka itu, pihaknya melakukan adaptasi kebiasaan baru. Seperti buka ekonomi risiko rendah yakni industri perkantoran pertanian, baru kedua pembukaan ekonomi risiko kesehatan tinggi yakni perdagangan Mal pariwisata.

"Hari ini pendidikan belum. Pasalnya masih dikaji zona hijau. Kita punya 10 juta anak-anak yang harus dilindungi," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini