Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Molor Lagi, Investasi Membengkak

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252876 proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-molor-lagi-investasi-membengkak-msh2U1BieT.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Sindonews/Michelle)

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia - China (KCIC) mulanya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021. Namun karena pandemi Covid-19, sempat terjadi penundaan proyek akibat tenaga kerja asing (TKA) China belum bisa masuk.

"Maka dari itu, target kami yang semula pada tahun 2021, diundur menjadi akhir tahun 2022," ujar Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra di Jakarta, Senin( 27/7/2020).

Baca Juga: Masa Kerja 2.000 TKA China di Proyek Kereta Cepat Hanya 6 Bulan 

Chandra juga mengkonfirmasi, bahwa masih ada satu lahan yang bermasalah di area Bandung, namun secepatnya akan bisa dibebaskan. "Sudah masuk tahap konsinyasi, lahan itu hanya sekitar 0,002%, sekitar 118 meter persegi," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga sempat menginstruksikan agar jalur kereta ini diintegrasikan atau diperpanjang hingga ke Surabaya, Jawa Timur.

"Itu masih di (ranah) kebijakan, di kami, pelaksana, belum ada arahan lebih lanjut untuk itu," tukas Chandra.

Baca Juga: 2.000 TKA China Garap Poyek Kereta Jakarta-Bandung 

Progress proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dilaksanakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia - China (KCIC) sudah mencapai angka 53,30% di minggu ketiga Juli 2020.

Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyebutkan bahwa proyek ini ditargetkan rampung di akhir tahun 2022, di mana sebelumnya sempat ditargetkan di akhir tahun 2021.

"Memang progresnya sempat melambat. Tapi ini kita targetkan rampung 2022, kalau makin molor atau kelamaan, biaya investasinya buat kita sebagai investor ya semakin mahal nanti," ujar Chandra.

Dia mengklaim bahwa sebelumnya proyek ini tidak sepenuhnya terhenti, hanya tersendat saja. "Karena tenaga kerja China kita kan ada yang pulang kampung di saat Imlek, dan ternyata Covid-19 menjadi pandemi," ungkap Chandra.

Akibat pandemi, banyak TKA China yang tertahan di negaranya dan tidak bisa masuk ke Indonesia. Setelah lockdown mulai dibuka, proyek ini pun kembali berjalan dengan lebih lancar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini