Share

Maju Mundur EBT di RI, Masih Berkutat pada Masalah Ini

Aditya Pratama, iNews · Selasa 28 Juli 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 320 2253290 maju-mundur-ebt-di-ri-masih-berkutat-pada-masalah-ini-TrCIELfG4R.jpg Ilustrasi PLTU. (Foto: Okezone.com/PLN)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan berbagai langkah restrukturisasi dan refocusing program Energi Baru Terbarukan (EBT) beberapa tahun ke depan. Hal ini dilakukan karena dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hanya sebesar 6.800 megawaatt (Mw) dan menyisakan sejumlah kekurangan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) FX Sutijastoto mengatakan, hal utama yang akan dilakukan membangun kebijakan agar EBT mempunyai area kompetisi yang seimbang dengan energi energi fosil dan konvensional.

Baca Juga: Tongkol Jagung Jadi Listrik di PLTBm Pulabala, Kok Bisa?

"Kita akan melakukan revisi peraturan untuk mendukung pengembangan EBT, antara lain kita akan menyelesaikan Perpres harga EBT, dulu harga EBT hanya Permen sekarang diangkat Perpres, dan dalam Perpres di samping harga juga mendorong atau menugaskan kementerian-kementerian atau lembaga terkait untuk mendukung kebijakan Menteri ESDM," ujar Sutijastoto dalam video conference, Selasa (28/7/2020).

Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota

Kementerian ESDM juga menyiapkan road map terkait pengembangan EBT dengan berbagai terobosan. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan fasilitas akses kepada pendanaan-pendanaan murah terkait EBT.

"Kita juga membangun di Direktorat Jenderal EBTKE sebagai bagian dari pusat untuk melakukan baik dari monitoring dan menghitung para player pengembangan energi baru terbarukan," ucapnya.

Baca Juga: Kincir Angin Raksasa untuk Energi Bayu, Bagaimana Cara Kerjanya?

Terkait kekurangan dari RUPTL yang hanya sebesar 6.800 Mw yaitu sekitar 3.000 Mw Sutijastoto menyampaikan, pihaknya akan mendorong PT PLN (Persero) melalui program Green Booster PLN untuk menyiasati kekurangan tersebut.

"Sehingga green booster PLN bisa berjalan dan kita harapkan ada tambahan lagi 5.000 Mw. Ini lah tugas kita, tantangan kita dan disinilah kita melakukan," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini