Pengembangan Insurtech Dihantui Pembocoran Data

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 320 2254523 pengembangan-insurtech-dihantui-pembocoran-data-uFqhwKtFPh.jpg Asuransi (Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa teknologi di Asuransi atau insurance technology (Insurtech) adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Namun, pengembangannya masih mempunyai risiko.

Deputi Komisioner Pengawasan IKNB II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch. Ihsanudin mengatakan, kehandalan dalam mengelola teknologi menjadi penentu akan adanya pembocoran data. Bahkan hingga adanya pembobolan.

 Baca juga: Bukan Hanya Produk, Investasi di Asuransi Juga Ngeri-Ngeri Sedap

"Tantangannya terkait dengan risiko, kalau teknologi yang dipakai tidak handal, maka pembocoran data pribadi atau penjualan data pribadi bisa terjadi," ucap Ihsan dalam acara Infobank Talk 'INSURTECH: Peluang dan Tantangan Asuransi di Era Digital' di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Meskipun hingga saat ini Indonesia belum memiliki UU perlindungan data pribadi, semua pihak harus bisa menjaga diri dan institusi tempat bekerja.

 Baca juga: Viral! Nasabah Resah Asuransi Pendidikan Tak Bisa Dicairkan

"Jangan sampai suatu hari orang-orang berasumsi bahwa perusahaan kita memberikan atau membocorkan data pribadi. Tantangannya disitu, karena kadang-kadang perusahaan belum memiliki teknologi yang sophisticated dan kualitas SDM yang masih so-so, latah atau ingin ikut-ikutan perusahaan yang teknologinya sudah advanced dan SDM ahli yang sudah hebat mengoperasikan," papar Ihsan.

Oleh karena itu, lanjut dia, di sinilah di mana regulasi berperan, seberapa kuat dan ketat regulasinya. Tapi, tentu saja akan ada pro kontra terkait regulasi yang dibuat nantinya.

"Kalau terlalu ketat, industri protes, sementara masyarakat mau yang mudah, cepat, dan murah. Bagaimana kita bisa berkembang?," tutur Ihsan.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini