Jika 2021 Masih Negatif, Ekonomi Indonesia Bisa Depresi

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 20 2256136 jika-2021-masih-negatif-ekonomi-indonesia-bisa-depresi-95ujRa7FrO.jpg Krisis (Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 menjadi tolak ukur pemulihan ekonomi. Pasalnya, jika tidak tumbuh maka Indonesia akan mengalami resesi.

Ekonom senior Raden Pardede menyatakan bahwa bila pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal III maka Indonesia akan mengalami resesi. Begitu pula juga di kuartal IV, jika negatif maka masih disebut resesi.

 Baca juga: Jokowi Marah Lagi, Menteri Belum Punya Aura Krisis dan Terjebak Pekerjaan Harian

"Kalau tahun depan masih negatif berarti depresi ekonomi. Ini harus dilakukan pencegahan kuartal III jangan negatif," Kata Ekonom senior Raden Pardede dalam diskusi secara virtual, Senin (3/8/2020).

Untuk menghindari resesi ini, lanjut Raden, pemerintah harus memberikan rasa sehat kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat percaya diri dalam membelanjakan uangnya.

 Baca juga: Agus Martowardojo Prediksi Ekonomi RI Minus 6% di Kuartal II, Bisa Resesi?

"Guna menghindari resesi ini, prasyarat di awal harus timbul dulu rasa aman dan sehat. Jangan hanya memusatkan perhatian ke ekonomi," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat yang punya uang cenderung wait and see. Mereka cenderung menabung dibandingkan mengeluarkan uangnya, seperti investasi, belanja dan lain-lain.

"Kita tak bisa seperti negara maju lockdown (karantina wilayah dalam waktu yang lama. Apa yang paling maksimum yang bisa kita lakukan di situasi seperti sekarang. TLI: Tes, Lacak dan Isolasi. Itu harus dilakukan. Ini akan menjadi fokus beberapa bulan kedepan," tegasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini