Share

Di Indonesia Apa-Apa Mahal, Investor Kabur ke Vietnam

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256874 di-indonesia-apa-apa-mahal-investor-kabur-ke-vietnam-mPUJwIqKFr.jpg Harga Tanah di Indonesia Dikeluhkan Investor. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan harga tanah dan upah pekerja dikeluhkan para investor yang akan menanamkan investasinya di Indonesia. Bahkan, karena hal tersebut investor asing enggan datang ke Indonesia.

"Penyebab utama kesulitannya menarik investasi asing bukan kebijakan fiskal, melainkan mahalnya tanah dan upah pekerja di Indonesia," ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Menurutnya, harga tanah dan upah itu terasa paling mahal saat dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam. Hal ini lah yang membuat daya saing Indonesia masih rendah di ASEAN.

Investasi

Selain itu, tarif air per meter persegi menjadi yang termahal kedua setelah Filipina. Tarif air rata-rata di Indonesia senilai USD0,89 atau Rp13.000 per meter persegi, sedangkan Filipina USD1,68 per meter persegi. Tarif air di Malaysia dan Vietnam lebih murah, yakni hanya USD0,53 per meter persegi, sedangkan Thailand USD0,4 meter persegi.

"Indonesia tercatat lebih mahal dibanding Malaysia dan Vietnam. Tarif listrik Indonesia senilai USD0,07 atau sekitar Rp1.000 per kWh, sedangkan Malaysia hanya USD0,05 per kWh dan Vietnam USD0,04 per kWh," tandasnya. (feb)

Baca Selengkapnya: Kepala BKPM Akui di Indonesia Serba Mahal, Investor pun Kabur

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini