Jangan Panik, Indonesia Belum Masuk Jurang Resesi meski Ekonomi Minus 5,32%

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 20 2257251 jangan-panik-indonesia-belum-masuk-jurang-resesi-meski-ekonomi-minus-5-32-QG0xIiwrsA.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 minus 5,32% (year on year, yoy). Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus pada kuartal II-2020 belum disebut resesi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah. Menurutnya per definisi resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut.

"Kuartal I-2020 pertumbuhan ekonomi kita masih positif 2,95%. Jadi walaupun kuartal II-2020 negatif. Kita belum masuk kategori resesi," ujar dia kepada Okezone, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Dulu Jadi Andalan Ekonomi RI, Kini Konsumsi Rumah Tangga Minus 5,51% 

Dia juga menjelaskan, ekonomi RI bisa disebut resesi, apabila nanti bulan Oktober, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III-2020 negatif.

"Lalu bagaimana dampaknya ekonomi RI kuartal II-2020? Pertumbuhan ekonomi yang diumumkan BPS adalah apa yang sudah kita alami April hingga Juni yang lalu," ungkap dia.

Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Apa Upaya Jokowi Selamatkan Ekonomi RI dari Covid-19? 

Kemudian, lanjut dia, pada pada periode itu Indonesia mengalami Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kontraksi itu adalah dampak dari wabah Covid-19 yang membatasi aktivitas ekonomi.

"Pada kuartal III-2020, dengan masih adanya pandemi ini, perekonomian masih akan terkontraksi. Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih minim. Tidak akan sedalam kuartal II-2020," pungkas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini