55 Pelamar CPNS Ikut Ujian SKB di Luar Negeri

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 320 2257806 55-pelamar-cpns-ikut-ujian-skb-di-luar-negeri-zSJDJuvhJT.jpeg SKB CPNS 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebut total peserta yang harus ikut ujian seleksi kompetensi dasar (SKB) sudah lebih dari 336.468 pelamar. Seperti diketahui saat ini seleksi calon pegawai negeri sipil CPNS) memasuki tahapan pengumuman dan daftar ulang yang digelar dari tanggal 1 hingga 7 Agustus.

Seperti diketahui pada tahapan daftar ulang ini peserta diminta untuk memilih lokasi tes SKB. Dimana peserta diperbolehkan memilih lokasi di luar domisili. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pergerakan antara wilayah, sehingga penularan covid-19 dapat dicegah.

“Dari peserta ujian 336468 orang yang seharusnya ikut ujian. Ada peserta yang sudah memilih lokasi ujian sebanyak 300.776 orang,” kata Deputi bidang Sistem Informasi Kepegawaian ASN (Sinka) BKN Suharmen dikutip dari akun youtube resmi BKN, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Duh, 17 Ribu Formasi CPNS 2019 Terancam Kosong 

Dia menuturkan bahwa daftar ulang ini juga dilakukan oleh peserta yang saat ini ada di luar negeri. Sampai saat ini sudah ada 55 orang yang memilih lokasi tes SKB di luar negeri.

“Khusus luar negeri ada 55 orang. Jepang, Malaysia, Singapura, China, Lebanon, Turki Singapur, Korea Selatan Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Belanda,” ungkapnya.

Baca Juga: Peserta SKB CPNS Tak Wajib Bawa Hasil Rapid Test 

Suharmen mengatakan bahwa tidak masalah peserta SKB ada dimanapun. Pasalnya pelaksanaan SKB sudah bisa dilakukan secara online sepenuhnya. Hal ini berbeda dari SKB sebelumnya.

“Jadi kalau yang lalu masih gunakan SKB semi online. Di mana BKN membawa-bawa server ke mana-ke mana lalu menggunakan jaringan lokal dan disubmitkan. Kalau sekarang itu sudah kami terapkan secara online. Servernya tetap di kantor pusat, tesnya bisa dimanapun. Tapi kami masih tetap ada ada backup semi online untuk mengantisipasi karena kualitas infrastruktur jaringan komunikasi kan tidak merata,” paparnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini