Inflasi Awal Agustus Diprediksi 0,01%, Harga Emas Jadi Biang Kerok

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 20 2258596 inflasi-awal-agustus-diprediksi-0-01-harga-emas-jadi-biang-kerok-yLvgltmUP1.jpg BI Prediksi Inflasi pada Awal Agustus 2020 sebesar 0,01%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada minggu pertama Agustus sebesar 0,01%. Berdasarkan survei pemantauan harga, perkiraan inflasi Agustus 2020 secara tahun kalender sebesar 0,99% (year to date /ytd), dan secara tahunan sebesar 1,39% (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar 0,09% (mtm), cabai merah sebesar 0,03% (mtm), minyak goreng, ikan kembung dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Baca Juga: BPS Sebut Deflasi Juli 2020 Tidak Wajar, Kok Bisa?

"Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi yaitu daging ayam ras sebesar -0,11% (mtm), bawang merah sebesar -0,06% (mtm), telur ayam ras dan jeruk masing-masing sebesar -0,02% (mtm), dan tomat sebesar -0,01% (mtm)," kata Onny di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga: Terungkap, Ini Daftar Penyumbang Deflasi Juli 2020

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini