Share

Dolar AS Lesu, Harga Emas Naik ke USD1.937/Ounce

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 320 2261402 dolar-as-lesu-harga-emas-naik-ke-usd1-937-ounce-P6DSIsTf8P.jpg Harga Emas Naik (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas kembali naik pada perdagangan Rabu, setelah sebelumnya turun di bawah level USD1.900. Hal tersebut karena data ekonomi yang suram menggarisbawahi kekhawatiran atas perlambatan yang disebabkan pandemi.

Spot emas naik 1,4% menjadi USD1.937.42 per ounce, setelah sebelumnya turun 2,5%. Emas berjangka AS ditutup naik 0,1% menjadi USD1.949.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp30.000/Gram Hari Ini

"Penurunan itu adalah koreksi yang sehat, ini memungkinkan lebih banyak orang untuk masuk, sehingga harga akan rally lagi dan pada akhir tahun kita akan melihat level tertinggi dan baru sepanjang masa dengan emas di USD2.500 per ounce dan perak di USD35," kata Kpala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible, dilansir dari CNBC, Kamis (13/8/2020).

Langkah stimulus besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Kekhawatiran atas kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi membuat ekonomi Inggris menyusut hingga 20,4% pada kuartal kedua. Hal tersebut mendukung daya tarik emas bersama dengan melemahnya dolar, yang turun 0,3%.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 5,3%, Investor Beralih ke Saham

Sementara itu, platinum naik 0,5% menjadi USD934,56 per ounce, sementara paladium naik 1,1% menjadi USD2.113,50.

Sebagai informasi, harga emas pada Selasa 11 Agustus merosot sebanyak 6,2%, atau menjadi penurunan terburuk sejak April 2013. Perak turun 15%, penurunan terbesar sejak Oktober 2008.

Penyebab turunnya emas, kembalinya selera investasi terhadap aset berisiko menyusul data ekonomi yang membaik. Harapan paket baru untuk stimulus corona pun mendorong indeks S&P 500 mendekati rekor tertinggi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp1.056.000/Gram

Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga menurun. Perak jatuh sebanyak 13,8% ke USD25. 24 atau menjadi penurunan harian terbesar sejak Oktober 2008. Platinum turun 4,7% menjadi USD940,08 dan paladium turun 4,7% menjadi USD2.116,33.

“Ini terasa seperti kecelakaan kecil. Kami tidak dapat mengatasi berita utama pagi hari tentang vaksin potensial Rusia, dan optimisme terus mengalir ke saham,” kata Analis Pasar Senior OANDA Edward Moya. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini