Realisasi Stimulus Tarif Listrik Rp257,7 Miliar hingga Agustus 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 320 2263904 realisasi-stimulus-tarif-listrik-rp257-7-miliar-hingga-agustus-2020-VZ4whgOuuR.jpg Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Pemerintah baru saja merealisasikan program stimulus tarif listrik kepada tiga golongan pengguna PLN yakni, golongan sosial, bisnis, dan industri. Pihak PT PLN (Persero) mencatat penyaluran Tarif Tenaga Listrik (TTL) ke rekening tiga golongan pengguna mencapai Rp257,7 miliar per Agustus 2020.

Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Edison Sipahutar mengutarakan, transfer TTL itu diberikan kepada 1,14 juta pelanggan dari total anggaran yang dicanangkan senilai Rp3,07 triliun. Di mana, keringanan tarif listrik bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus yang berlangsung selama Juli-Desember 2020.

"Per Agustus 2020, Tarif Tenaga Listrik (TTL) ke rekening tiga golongan pengguna mencapai Rp257,7 miliar. Ada 1.14 juta pelanggan yang menerima stimulus," ujar Edison dalam Webinar, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Baca Juga: Stimulus Listrik Gratis Diperpanjang, Pelanggan Jangan Boros Ya!

Edison merinci, dari 1.14 juta pelanggan terbesar ada di sektor bisnis yang dayanya 1.300 VA - 5.500 VA, tercatat 381.777 pelanggan. Adapun stimulus tarif listrik yang diperoleh yakni 33%.

Kemudian di sektor industri tercatat 107.224 pelanggan. Adapun sektor ini memperoleh stimulus tarif listrik di angka 9 persen. Sementara sektor sosial dengan daya 450 VA-197 kVA sebanyak 631.212 pelanggan sebesar 55 persen. Meski begitu, anggaran terbesar berada di sektor bisnis senilai Rp93,8 miliar dan industri Rp57,5 miliar.

Lanjut Edison, untuk pelanggan yang sudah membayar rekening pada Juli tahun ini, terdapat restitusi dengan pengurangan tagihan pada bulan berikutnya, di mana restitusi dimulai pada September. Sedangkan bagi pelanggan yang belum bayar rekening pada bulan Juli, rekening tersebut akan dikoreksi sehingga yang akan dibayarkan otomatis sudah dikurangi stimulus.

Sementara itu, program ini sudah mulai berlaku pada Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember tahun tahun ini. Namun begitu, langkah relaksasi ini tidak termasuk PPJ. Pasalbya, PPJ hanya dikenakan sesuai pemakaian real pelanggan, dan pemerintah hanya memberikan kompensasi dari selisih pemakaian kWh.

"Program stimulus ini tidak berlaku bagi pelanggan dengan status berhenti atau berhenti sementara, selama program berlaku," kata dia.

Untuk siketahui, program ini berlaku secara otomatis dan terpusat bila pemakaian energinya di bawah jam nyala minimum, sehingga pelanggan tidak perlu mendaftar secara khusus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini