Transaksi Uang Elektronik Tumbuh 25,94%, BI Dongkrak Penggunaan QRIS

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 320 2264912 transaksi-uang-elektronik-tumbuh-25-94-bi-dongkrak-penggunaan-qris-zIWkl1ShJg.jpg Transaksi Online (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi uang elektronik pada Juni 2020 tumbuh meningkat. Di mana pertumbuhan tersebut dari 17,31% pada Mei 2020 menjadi 25,94% (yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo merinci pertumbuhan nilai transaksi nontunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) masih tercatat kontraksi 12,80% (yoy), meskipun membaik dari pertumbuhan pada Mei 2020 yang terkontraksi 24,46% (yoy).

 Baca juga: Uang Elektronik Geser Popularitas Kartu ATM dan Kredit

"Bank Indonesia terus memperkuat berbagai perkembangan positif pada aktivitas ekonomi digital, termasuk peningkatan akseptasi masyarakat, sejalan berbagai inovasi yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi digital," kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Dia melanjutkan dukungan kebijakan Sistem Pembayaran akan diarahkan untuk mendorong efisiensi industri. Serta, mempercepat berbagai deliverables implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

 Baca juga: Cara Aman Gunakan Uang Elektronik, Perlakukan Selayaknya Tunai!

"Dalam rangka meningkatkan daya saing industri, termasuk pelaku UMKM, pada transaksi daring, Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS dengan metode transaksi tanpa tatap muka sebagai kanal pembayaran dalam e-commerce," katanya.

Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung elektronifikasi penyaluran program bantuan sosial Pemerintah Pusat dan elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah Daerah, serta Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini