Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Diskon tapi Orang Tahan Belanja, Takut Resesi?

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2020 |11:55 WIB
Banjir Diskon tapi Orang Tahan Belanja, Takut Resesi?
Belanja (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Salah satu godaan terbesar saat long weekend adalah maraknya diskon. Akan ada banyak diskon atau promo yang ditawarkan oleh penjual untuk menarik minat beli masyarakat.

Apalagi di tengah pandemi seperti ini yang mana daya beli masyarakat menurun. Ditambah lagi, ekonomi Indonesia kini berada dalam bayang-bayang resesi ekonomi setelah pada kuartal II-2020 -5,3%.

Baca juga: Eksistensi Logo Ayam di Dunia Bisnis, dari Restoran hingga Jamu

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan. pada masa pandemi seperti ini biasanya orang-orang lebih memilih untuk menahan uangnya dari belanja. Karena masyarakat cenderung untuk mempersiapkan uangnya untuk kebutuhan yang lebih penting.

"Oleh karena itu sekarang sekarang ini banyak orang yang belanja untuk menahan uang untuk hal-hal yang lebih besar mereka menahan uang gitu ya," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Piknik saat Long Weekend? Anggarannya 10% dari Pendapatan Saja

Menurut Safir, turunnya daya beli masyarakat membuat para pengusaha menyiapkan beberapa strategi. Salah satu caranya adalah dengan menebar promo-promo yang diharapkan bisa menarik minat masyarakat untuk belanja.

Apalagi saat long weekend yang biasanya membuat masyarakat berbondong-bondong untuk pergi liburan. Hal ini menjadi momen yang tepat untuk memberikan promosi agar masyarakat tertarik untuk membelanjakan uangnya.

"Sehingga banyak sekali penjual penjual yang mereka masuk untuk borong barang yang lebih murah apapun itu ya bagaimana caranya supaya bisa jual barang atau paket yang lebih murah," jelas Safir

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement