Presiden Jokowi Mau Jual Vaksin Covid-19 ke Negara Lain, Ini Alasannya

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266438 presiden-jokowi-mau-jual-vaksin-covid-19-ke-negara-lain-ini-alasannya-btVBBhzva6.png Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Youtube Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menjual vaksin Merah Putih ke luar negeri. Di mana saat ini Indonesia mendapat komitmen pengadaan vaksin sebanyak 290 juta dosis sampai akhir 2021.

Menurut Jokowi, bila Vaksin Merah Putih nantinya bisa diproduksi dan dikembangkan lebih banyak, nantinya bisa dijual ke negara luar. Apalagi negara-negara di Asia Tenggara belum ada yang siap dengan vaksin sebanyak 290 juta dosis.

Baca Juga: Bocoran Erick Thohir ke Jokowi: RI Punya 30 Juta Vaksin Covid-19 hingga Akhir Tahun

"Kalau memang apa yang kita miliki berlebih dari apa yang kita gunakan. Ya tidak apa-apa dijual ke negara lain," tuturnya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Jokowi mengaku senang mendapat kabar bahwa Indonesia mendapat komitmen 290 juta dosis vaksi Covid-19. Sebab, jumlah tersebut sangat besar di tengah negara lain memiliki sejuta vaksin saja belum tentu ada.

Baca Juga: Ada 290 Juta Vaksin Covid-19, Jokowi Kesal Promosi Pakai Masker Belum Kelihatan

"Kita sudah komitmen 290 juta baik di produksi di sini maupun di luar. Ini berita sangat bagus dan kita harapkan dengan perbaikan komunikasi yang baik tadi, confident market, dunia usaha betu-betul bisa kita berikan," ujarnya.

Sebagai informasi, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyaksikan lagi penandatangan nota kesepahaman penanganan Covid-19 dengan perusahaan di UEA.

Kerjasama dengan G42, perusahaan artificial intelligence yang bermarkas di Abu Dhabi, UEA ini melibatkan dua perusahaan BUMN, Kimia Farma dan Indofarma.

Dalam MOU dengan G42, antara Kimia Farma dan Indofarma akan berbagi tugas. Jika dengan Kimia Farma akan difokuskan pada pengembangan produk-produk vaksin, termasuk vaksin Covid-19 dan juga cakupan produk farmasi, layanan kesehatan, riset dan uji klinis, serta pemasaran dan distribusi. Direncanakan pada kuartal III 2021, G42 akan mengirimkan 10 juta dosis vaksin Covid-19 yang kini tengah menjalani uji klinis tahap III di Abu Dhabi, UEA.

Sementara dengan Indofarma, kolaborasi dengan G42 ditekankan pada pengadaan test kit intelligence dengan teknologi laser untuk membantu tracing orang yang terpapar virus Covid-19. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini