Gaet Malaysia, OJK Kembangkan Industri Keuangan Digital

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266611 gaet-malaysia-ojk-kembangkan-industri-keuangan-digital-Xo9vFIrg9h.jpg Digitalisasi (Shutterstock)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyepakati penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Securities Commission (SC) Malaysia. Hal ini mengenai pengembangan industri keuangan digital.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan pihaknya berharap setelah terjadi kesepahaman antar kedua negara ini mampu menciptakan industri keuangan digital yang komprehensif.

 Baca juga: OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital hingga Tahun 2024

“Kami berharap memiliki kerangka kerja dan kerja sama yang efektif untuk Indonesia dan Malaysia, terutama untuk ekosistem keuangan kita. Kita harus memiliki dialog kebijakan yang bermanfaat antara regulator dan meningkatkan kolaborasi dalam banyak aspek untuk pengembangan lebih lanjut produk dan layanan Keuangan digital di masa depan,” kata Nurhaida dalam konferensi virtual di masing-masing negara, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, sebagai regulator, OJK berkomitmen tinggi untuk mengembangkan inovasi yang memenuhi aspek potensial melalui regulasi yang mendukung.

 Baca juga: Pinjaman Online Capai Rp113,46 Triliun Selama Covid-19

"Roadmap ini juga memuat digital action plan tahun 2020 dan 2024 yang meliputi enam aspek yaitu regulasi, akselerator dan supervisi, riset, kolaborasi, talent dan proteksi pelanggan,” ujarnya.

Menurut dia, literasi keuangan digital perlu digalakkan di masyarakat Indonesia. Pihaknya akan menerbitkan pengetahuan keuangan digital berupa buku, buku elektronik (e-book), video, dan gim atraktif.

“Sebagai bagian dari roadmap keuangan digital dan rencana aksi yang sejalan dengan upaya OJK dalam mempromosikan perlindungan konsumen di era digital ini, semua inisiatif ditempatkan untuk memastikan ekosistem keuangan digital,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SC Malaysia Datuk Syed Zaid Albar menjelaskan, perkembangan keuangan digital di pasar modal Malaysia telah mendapatkan respon positif, walaupun menghadapi perlambatan dalam aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

“Fintech akan menjadi bagian integral dari pertumbuhan berkelanjutan dan kemakmuran Asia dengan populasi 670 juta dan PDB yang diharapkan sebesar USD 4,7 triliun pada tahun 2025 dan Asia sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia, mengingat kelas menengahnya yang sedang berkembang dan penetrasi internet yang tinggi,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini