Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Coba Bisnis Jam Tangan? Begini Hitung-hitungannya

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 26 Agustus 2020 |11:40 WIB
Mau Coba Bisnis Jam Tangan? Begini Hitung-hitungannya
Jam Tangan Lakanua (Foto: Giri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Membuka usaha jam tangan dengan material estetik seperti semen dan batu alam memang menggiurkan. Karena bentuknya yang unik dan jarang ada di Indonesia membuat masyarakat penasaran dengan produk jam tangan ini.

Namun, mereka yang berniat untuk menjual barang tersebut pasti masih kebingungan untuk menetapkan harga. Mengingat, masih jarangnya bisnis serupa yang bisa dijadikan patokan dan pembanding harga.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Redup, Desa di Bali Ini Bangkitkan Perekonomian dengan Bertani

Salah satu Founder Brand Jam Tangan Lakanua Restu Irwansyah Setiawan mengatakan, dalam menetapkan harga biasanya mempertimbangkan beberapa aspek. Dari mulai biaya tukang hingga waktu pengerjaannya. 

"Kalau HPP itu agak ribet ya, tapi kurang lebihnya seperti ini. Seluruh produk yang kamu beli misalkan dalam satu item. Dalam produk itu biaya tukang berapa, waktu berapa lama, dibagi sama jumlah keseluruhan barang," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).

jam

Sebagai ilustrasi, modal yang dimiliki adalah Rp1 juta. Hal pertama yang dilakukan adalah memproyeksikan dari uang tersebut bisa menjadi berapa barang. 

"Kita beli itu Rp1.000.000, modal kita Rp1.000.000. jadi Rp1 juta sebenarnya jadinya berapa banyak sih barangnya. Misalkan jadi 100 barang. Rp1 juta dibagi 100 itu berapa. Tapi kita lihat juga listrik itu kita bagi-bagi, jadi tukang dan listrik itu dijadikan beban pengurangan tadi," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement